Hasto Dorong Regenerasi PDIP: Kita Buka Ruang untuk Anak Muda Masuk Struktur Partai
Meski demikian, Hasto ingin kader senior PDIP bisa memberikan arahan kepada anak muda.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristianto memberi ruang kepada anak muda untuk masuk ke dalam struktur partai. Hasto ingin kepengurusan PDIP terjadi regenerasi.
"Struktur akan sangat memperhatikan proses regenerasi bagi anak-anak muda. Memberikan ruang bagi anak muda untuk masuk di dalam struktur partai, tetapi partai juga tetap kokoh pada garis ideologi dan sejarah," ujar Hasto saat Konferensi Daerah (Konferda) PDIP Sulsel di Hotel Claro Makassar, Senin (24/11).
Meski demikian, Hasto ingin kader senior PDIP bisa memberikan arahan kepada anak muda. Bahkan, dirinya sering berkomunikasi dengan anak muda untuk mencari ide dan gagasan.
"Saya sebagai sekjen ini hampir setiap hari bertemu dengan anak-anak muda untuk mencari ide-ide gagasan yang genuine dari mereka. Ini kultur yang dibangun oleh partai, sehingga kami banyak melakukan pembaruan di dalam struktur partai," kata Hasto.
Sementara untuk target PDIP Sulsel, Hasto ingin pengurus selanjutnya bisa menaikkan jumlah kursi di legislatif pada Pemilu 2029. Ia mencontohkan untuk DPR RI, Hasto ingin Sulsel mengirimkan 4 orang.
"Terus untuk DPRD Sulsel harus kembali bisa meraih delapan kursi lagi atau kalau bisa sembilan," kata dia.
Dekat dengan Rakyat
Untuk itu, Hasto ingin di pelaksanaan Konferda disusun perencanaan untuk menggerakkan mesin partai. Ia juga mengingatkan kepada pengurus dan kader PDIP di Sulsel untuk selalu dekat dengar rakyat.
"Elektoral itu dampak, jadi bukan elektoral di kedepankan dulu. Pergerakan ke rakyat, menyelesaikan masalah rakyat itu sebagai tujuan yang dilakukan oleh PDIP sehingga dampaknya elektoral partai baik," tegasnya.
Hasto juga ingin kader PDIP Sulsel mencontoh Zohran Mamdani yang menjadi Wali Kota Muslim pertama di New York. Hasto melihat kemenangan Zohran karena kekuatan politik kesetaraan dan keberpihakan pada pergerakan rakyat.
"Itu ternyata mampu mengalahkan hegemoni modal. Inilah yang menimbulkan keyakinan kami untuk kembali pada spirit para pendiri bangsa, Bung Karno, Bung Hatta, Sjahrir, dan sebagainya, untuk kita adopsi di dalam pergerakan untuk turun ke bawah," kata dia.