DPR Soroti Pentingnya Keselamatan Lingkungan Industri AMDK dan Pengawasan Distribusi
Anggota DPR menyoroti pentingnya Keselamatan Lingkungan Industri AMDK serta pengawasan ketat terhadap distribusi produk untuk melindungi konsumen dan sumber daya alam dari potensi bahaya.
Anggota Komisi VII DPR, Novita Hardini, menegaskan bahwa industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) memiliki tanggung jawab besar untuk memprioritaskan keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penegasan ini disampaikan dalam sebuah rapat Panitia Kerja yang melibatkan Kementerian Perindustrian di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Rabu.
Novita menyoroti kurangnya transparansi terkait tanggung jawab sosial dan lingkungan dari berbagai perusahaan AMDK yang terdaftar. Ia menganggap bahwa data ini penting mengingat industri tersebut secara masif memanfaatkan sumber daya alam, terutama air tanah.
Pemanfaatan air tanah yang eksesif oleh industri AMDK di sejumlah daerah telah memicu kekeringan dan krisis air bersih yang serius. Oleh karena itu, negara harus berperan aktif dalam memastikan bahwa eksploitasi sumber daya alam tidak merugikan masyarakat dan lingkungan.
Transparansi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Industri AMDK
Novita Hardini mengungkapkan kekhawatirannya bahwa hingga kini belum ada pemaparan yang transparan dan terukur mengenai kontribusi sosial dan lingkungan industri AMDK. Ia menilai bahwa pemerintah harus berani membuka data terkait hal ini kepada publik.
Industri AMDK sangat bergantung pada penggunaan air tanah sebagai bahan baku utama produk mereka. Namun, eksploitasi yang tidak terkontrol telah menyebabkan dampak negatif seperti kekeringan dan kelangkaan air bersih di banyak wilayah.
"Negara harus tahu dan berani membuka data. Setiap tahun, apa kontribusi sosial dan lingkungan industri AMDK? Jangan sampai eksploitasi air berjalan, tapi tanggung jawabnya nihil," tegas Novita. Pernyataan ini menekankan pentingnya akuntabilitas dan keberlanjutan dalam operasional industri.
Kurangnya data yang jelas mengenai kontribusi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang komitmen industri terhadap keberlanjutan lingkungan. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap perusahaan AMDK menjalankan tanggung jawabnya secara penuh.
Tantangan Pengawasan Distribusi dan Kesehatan Konsumen
Selain masalah lingkungan, Novita juga menyoroti adanya celah serius dalam pengawasan pascaproduksi (post-market) produk AMDK. Kualitas air seringkali menurun bukan di pabrik, melainkan selama proses distribusi yang panjang dan tidak terkontrol.
Ia menjelaskan bahwa galon air yang disimpan atau dijemur terlalu lama di bawah terik matahari berpotensi memicu migrasi zat kimia dari material plastik ke dalam air. Kondisi ini tentu saja dapat membahayakan kesehatan konsumen yang mengonsumsinya.
"Air yang awalnya layak konsumsi bisa berubah menjadi ancaman kesehatan karena lemahnya pengawasan distribusi. Ini tidak boleh dianggap sepele," ujarnya. Situasi ini mengindikasikan absennya standar disiplin yang ketat dan pengawasan berkelanjutan dari pemerintah terhadap rantai pasok industri AMDK.
Oleh karena itu, pengawasan yang lebih ketat di seluruh rantai distribusi menjadi krusial untuk menjamin keamanan dan kualitas produk AMDK hingga sampai ke tangan konsumen.
Peran Pemerintah dan Pelaku Industri dalam Keberlanjutan
Novita Hardini mendesak Kementerian Perindustrian untuk tidak hanya berfokus pada pengawalan proses produksi di pabrik. Ia meminta agar pemerintah hadir penuh hingga ke tahap distribusi dan konsumsi produk AMDK.
Ia juga menyerukan agar para pelaku industri AMDK meningkatkan kesadaran dan kepatuhan mereka terhadap prinsip keberlanjutan lingkungan. Perlindungan kesehatan publik harus menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Pemerintah juga diminta untuk memperkuat regulasi yang ada, meningkatkan transparansi data, serta menerapkan sanksi tegas bagi setiap pelanggaran yang terjadi. "Industri boleh tumbuh, tetapi keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat tidak boleh dikorbankan. Di sini lah negara harus berdiri tegas," pungkas Novita.
Langkah-langkah ini penting untuk menciptakan industri AMDK yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, demi kepentingan bersama.
Sumber: AntaraNews