Industri Komponen Kapal Didorong Perkuat Standarisasi dan Rantai Pasok Nasional
Industri lokal pendukung maritim memiliki peran strategis yang tak tergantikan dalam ekosistem maritim nasional.
PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) mendukung penguatan industri komponen kapal nasional melalui kolaborasi antara Perkumpulan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI) dan PT PAL Indonesia. Sinergi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing industri maritim sekaligus memperkuat kemandirian rantai pasok nasional.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Diskusi Bisnis bertajuk Optimalisasi Industri Pendukung Bersama PT PAL Indonesia yang diselenggarakan PIKKI di Bekasi, Kamis (25/6). Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, Direktur IMATAP Tunggul Mahardi, Ketua Umum PIKKI Ekki Komaruddin, serta pelaku industri pendukung sektor maritim.
Mewakili Direktur Utama PT BKI (Persero), Vice President Operasi Bisnis Klasifikasi BKI Munir Muradi menegaskan industri komponen kapal dalam negeri memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem maritim nasional.
"Industri lokal pendukung maritim memiliki peran strategis yang tak tergantikan dalam ekosistem maritim nasional. Kemandirian pasokan komponen dan jasa teknis tidak hanya memperkuat rantai pasok, tetapi juga memperkokoh kedaulatan dan ketahanan maritim negara," ujarnya dikutip Sabtu (28/6).
Menurut Munir, peningkatan daya saing industri tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi juga inovasi, kepastian mutu, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Karena itu, PIKKI dinilai memiliki peran penting sebagai wadah kolaborasi dan advokasi bagi pelaku industri komponen kapal.
"Melalui sinergi antara pelaku industri, lembaga klasifikasi seperti BKI, dan pemangku kepentingan pemerintah serta pengguna akhir seperti PT PAL, kita dapat menciptakan ekosistem yang memfasilitasi peningkatan kapasitas produksi, transfer teknologi, dan standarisasi mutu," tambahnya.
BKI, lanjut Munir, berkomitmen mendukung pengembangan industri melalui penerapan standar klasifikasi yang transparan, efisien, serta berorientasi pada aspek keselamatan dan kualitas. Selain itu, penguatan industri juga memerlukan dukungan berupa insentif inovasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, kemudahan akses pembiayaan, serta integrasi yang lebih luas ke dalam rantai pasok industri besar.
"PIKKI mempunyai peluang untuk menjadi motor penggerak transformasi industri komponen kapal menuju tingkat yang lebih tinggi. Mari kita manfaatkan momentum ini untuk berkolaborasi lebih erat," tutupnya.
Melalui forum tersebut, PIKKI bersama PT PAL dan para pemangku kepentingan industri maritim diharapkan dapat merumuskan langkah-langkah konkret untuk memperkuat daya saing industri komponen kapal nasional sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian sektor maritim Indonesia.