Portugal akan menghadapi Kolombia dalam laga terakhir Grup K Piala Dunia 2026 yang krusial. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 28 Juni, pukul 06.30 WIB. Kedua tim akan bertarung di Stadion Miami, Amerika Serikat, untuk memperebutkan posisi puncak grup.
Cristiano Ronaldo, bintang Portugal, kembali dipercaya memimpin lini serang timnya. Penyerang veteran ini diharapkan melanjutkan performa impresifnya setelah mencetak dua gol di pertandingan sebelumnya. Laga ini menjadi penentu bagi Portugal untuk mengamankan tiket ke fase gugur atau bahkan memuncaki klasemen.
Di sisi lain, Kolombia juga mempersiapkan strategi terbaiknya dengan beberapa perubahan susunan pemain. Mereka akan berupaya keras untuk mempertahankan posisi puncak klasemen Grup K. Pertarungan sengit diprediksi akan tersaji antara kedua raksasa sepak bola ini.
Advertisement
Advertisement
Strategi Portugal dengan Ronaldo sebagai Ujung Tombak
Portugal tetap mengandalkan Cristiano Ronaldo di lini depan untuk menghadapi Kolombia. Penyerang berpengalaman ini sedang dalam performa terbaiknya setelah mencetak dua gol saat Portugal menang telak 5-0 atas Uzbekistan. Kehadiran Ronaldo menjadi kunci serangan tim Selecao das Quinas.
Ronaldo akan kembali didampingi oleh Joao Felix dan Pedro Neto di lini serang. Keduanya menunjukkan penampilan apik pada laga sebelumnya melawan Uzbekistan, sehingga kepercayaan pelatih tetap diberikan kepada mereka. Kombinasi ketiganya diharapkan mampu membongkar pertahanan Kolombia.
Sebagian besar susunan pemain Portugal yang tampil pada Rabu lalu (24/6) juga dipertahankan. Diogo Costa tetap mengawal gawang, sementara Ruben Dias, Renato Veiga, Joao Cancelo, dan Nuno Mendes mengisi lini belakang. Trio Bruno Fernandes, Ruben Neves, dan Vitinha akan menjadi motor permainan di sektor tengah.
Advertisement
Advertisement
Perubahan Formasi Kolombia untuk Redam Portugal
Kolombia melakukan sejumlah perubahan signifikan dibandingkan laga sebelumnya saat menang 1-0 atas RD Kongo. Pelatih Los Cafeteros memutuskan untuk beralih ke formasi lima bek guna meredam agresivitas serangan Portugal. Perubahan ini menunjukkan adaptasi taktik yang cermat.
Dalam formasi baru ini, Santiago Arias dan Deiver Machado dimasukkan ke dalam daftar starter. Sementara itu, Daniel Munoz dan Johan Mojica yang sebelumnya bermain, tidak masuk susunan sebelas pertama. Penyesuaian ini diharapkan memperkuat lini pertahanan Kolombia.
Di lini depan, Kolombia juga melakukan pergantian dengan memasukkan Jhon Cordoba sebagai starter, menggantikan Jhon Lucumi. Luis Diaz tetap menjadi tumpuan di sisi sayap dengan kecepatan dan dribelnya. James Rodriguez kembali dipercaya sebagai kapten tim dan pengatur serangan bersama Jefferson Lerma serta Jhon Arias di lini tengah.
Advertisement
Advertisement
Perebutan Puncak Klasemen Grup K yang Menegangkan
Pertandingan antara Kolombia dan Portugal ini bukan sekadar laga biasa, melainkan duel perebutan juara Grup K. Kolombia telah memastikan lolos ke babak 32 besar setelah mengoleksi enam poin dari dua laga. Mereka kini bertekad mengamankan posisi teratas di grup.
Portugal saat ini berada di posisi kedua klasemen dengan empat poin. Mereka hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan tiket ke fase gugur Piala Dunia 2026. Namun, kemenangan akan membawa Cristiano Ronaldo dan kolega ke puncak klasemen, menghindari lawan berat di babak selanjutnya.
Dengan demikian, kedua tim memiliki motivasi tinggi untuk meraih hasil terbaik. Kolombia ingin mempertahankan dominasinya, sementara Portugal berambisi merebut puncak klasemen. Laga ini dipastikan akan menyajikan tontonan yang menarik dan penuh tensi tinggi bagi para penggemar sepak bola.
Advertisement
Berikut adalah susunan pemain kedua tim yang akan berlaga:
- Kolombia: Camilo Vargas; Jhon Lucumi, Santiago Arias, Gustavo Puerta, Deiver Machado, Davinson Sanchez; James Rodriguez (kapten), Jhon Arias, Jefferson Lerma; Luis Diaz, Jhon Cordoba.
- Portugal: Diogo Costa; Ruben Dias, Renato Veiga, Joao Cancelo, Nuno Mendes; Bruno Fernandes, Ruben Neves, Vitinha; Cristiano Ronaldo (kapten), Joao Felix, Pedro Neto.
Sumber: AntaraNews
Advertisement