Ada Apa di Balik Pertemuan DPRD Kepri dengan Mahasiswa? Aspirasi Diserap, Tuntutan Joget DPR Ikut Disuarakan
Pimpinan DPRD Kepri temui ratusan mahasiswa pengunjuk rasa di Tanjungpinang. Aspirasi mahasiswa DPRD Kepri terkait isu nasional dan lokal diserap, termasuk protes terhadap kenaikan tunjangan DPR dan aksi represif aparat.
Ratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Senin, 1 September. Aksi damai ini bertujuan menyampaikan berbagai tuntutan terkait isu nasional maupun daerah kepada wakil rakyat. Pimpinan DPRD Kepri secara langsung menemui para pengunjuk rasa untuk menyerap aspirasi yang disampaikan.
Pertemuan ini berlangsung di Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, dengan pengawalan ketat aparat gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP. Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan, bersama jajaran pimpinan lainnya, menyambut mahasiswa dengan apresiasi atas tertibnya aksi. Mereka menegaskan bahwa kantor dewan adalah rumah rakyat yang terbuka bagi siapa saja.
Iman Sutiawan menyatakan kesiapan DPRD Kepri untuk meneruskan aspirasi mahasiswa kepada pemerintah pusat di Jakarta. Bahkan, tawaran untuk menyampaikan tuntutan secara simbolis melalui sidang paripurna resmi DPRD Kepri pun diajukan. Hal ini menunjukkan komitmen dewan dalam memfasilitasi suara rakyat.
Apresiasi DPRD dan Komitmen Penyerapan Aspirasi
Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para mahasiswa atas pelaksanaan unjuk rasa yang aman dan kondusif. Ia menekankan bahwa kehadiran pimpinan dewan di hadapan pengunjuk rasa adalah bentuk suka cita dan komitmen. DPRD Kepri tidak pernah melarang mahasiswa untuk datang ke kantor dewan.
Iman memastikan bahwa DPRD Kepri akan siap menyerap setiap poin aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa. Aspirasi tersebut nantinya akan menjadi bahan untuk disampaikan kepada pemerintah pusat di Jakarta, sebagai perwakilan suara dari masyarakat Kepulauan Riau. Proses ini diharapkan dapat menjembatani tuntutan rakyat dengan pembuat kebijakan.
Sebagai bentuk fasilitasi lebih lanjut, Iman Sutiawan bahkan menawarkan opsi sidang paripurna resmi untuk penyampaian aspirasi. Dalam sidang tersebut, mahasiswa dapat menyampaikan tuntutannya secara terhormat di hadapan banyak pihak. Agenda ini akan diatur oleh Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kepri untuk memastikan kelancaran prosesnya.
Tuntutan Mahasiswa: Sorotan Isu Nasional dan Lokal
Di sisi lain, perwakilan mahasiswa bernama Yukie menyampaikan beberapa tuntutan utama yang menjadi fokus aksi. Salah satu isu krusial adalah protes terhadap aksi represif aparat keamanan di berbagai daerah. Mahasiswa menyoroti insiden tragis yang menewaskan seorang pengemudi ojek online akibat terlindas kendaraan taktis Polri di Jakarta.
Selain isu represifitas, mahasiswa juga menyuarakan penolakan terhadap kenaikan tunjangan anggota DPR RI. Kenaikan ini dinilai mencederai perasaan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit. Mahasiswa merasa bahwa kebijakan tersebut tidak sensitif terhadap penderitaan rakyat.
Yukie, dalam orasinya, bahkan menyinggung perilaku anggota DPR yang dinilai tidak pantas. Ia menyebut adanya anggota dewan yang 'asyik joget-joget' di saat kondisi ekonomi rakyat sedang terpuruk. Hal ini menambah kekecewaan mahasiswa terhadap kinerja dan empati para wakil rakyat di tingkat pusat.
Meskipun sempat terjadi upaya penerobosan masuk ke kantor legislatif oleh beberapa pengunjuk rasa, aksi mahasiswa di DPRD Kepri secara keseluruhan berlangsung aman dan kondusif hingga sore hari. Aparat keamanan berhasil meredam upaya tersebut, memastikan jalannya demonstrasi tetap terkendali.
Sumber: AntaraNews