Wow! Camilan Indonesia Raup Rp35,3 Miliar Transaksi di Dubai, Ini Kunci Suksesnya di Pasar Timur Tengah
Camilan Indonesia berhasil mencatat potensi transaksi fantastis senilai Rp35,3 miliar di Dubai. Penasaran bagaimana produk lokal ini menembus pasar global dan kian diminati?
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia mengumumkan kabar gembira dari Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Produk camilan Indonesia berhasil mencatat potensi transaksi senilai Rp35,3 miliar dalam pameran Internationale Süßwarenmesse Middle East (ISM Middle East).
Pencapaian ini menjadi bukti nyata daya saing produk lokal di kancah internasional. Keikutsertaan Indonesia dalam pameran tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi camilan dan produk kembang gula Indonesia di pasar global.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menyampaikan bahwa pasar UEA sangat menjanjikan. Hal ini didorong oleh populasi multikultural dan permintaan konsumen muda akan inovasi rasa.
Potensi Pasar Timur Tengah dan Peran Dubai sebagai Hub Global
Pasar Uni Emirat Arab (UEA) menawarkan peluang besar bagi produk makanan dan minuman. Populasi multikultural di sana mendorong permintaan akan berbagai produk dan inovasi rasa.
Selain itu, tren gaya hidup sehat dan pertumbuhan pesat sektor pariwisata juga turut memicu permintaan. Kehadiran ritel offline maupun online yang kuat semakin memperluas jangkauan pasar.
Fajarini Puntodewi menegaskan, “Pasar UEA yang besar sangat menjanjikan, didorong oleh populasi multikulturalnya, permintaan konsumen muda akan inovasi produk dan rasa, tren gaya hidup sehat, pertumbuhan pesat sektor pariwisata, serta kehadiran ritel offline dan online.” Posisi strategis Dubai sebagai pusat perdagangan global menjadikannya pintu gerbang ideal untuk distribusi produk ke negara-negara Timur Tengah dan Afrika.
Konsul Jenderal RI di Dubai, Denny Lesmana, menambahkan bahwa Dubai kini menjadi pusat perdagangan global. Hal ini berkat lokasinya yang strategis, akses perdagangan terbuka, regulasi yang ramah bisnis, insentif pemerintah yang besar, serta infrastruktur layanan yang berkembang pesat.
Strategi Pemerintah dan Dukungan UMKM untuk Camilan Indonesia
Kementerian Perdagangan tidak hanya memfasilitasi partisipasi dalam pameran internasional. Mereka juga aktif mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui sesi business matching dengan calon pembeli luar negeri.
Kepala International Trade Promotion Center (ITPC) Dubai, Widy Haryono, menyatakan bahwa business matching yang dikoordinasikan oleh ITPC Dubai sangat penting. Ini bertujuan untuk membangun merek dan kualitas produk makanan serta kembang gula Indonesia.
“Business matching yang dikoordinasikan oleh ITPC Dubai sangat krusial untuk membangun merek dan kualitas produk makanan dan kembang gula Indonesia,” ujar Haryono. Dukungan ini memastikan bahwa camilan Indonesia dapat bersaing secara global.
Dampak IUAE CEPA dan Sertifikasi Halal
Pasar UEA menjadi semakin menjanjikan bagi produk Indonesia sejak Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-UEA (IUAE CEPA) berlaku efektif pada 1 September 2023. Perjanjian ini merupakan tonggak penting dalam hubungan ekonomi kedua negara.
IUAE CEPA memangkas tarif impor untuk produk camilan dan kembang gula Indonesia yang masuk ke UEA menjadi nol persen. Kebijakan ini secara signifikan meningkatkan daya saing harga produk Indonesia di pasar tersebut.
Selain itu, status Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim, dengan sertifikasi halal yang diakui secara luas, juga menjadi faktor kunci. Pengakuan ini mendukung keberhasilan ekspor camilan dan produk kembang gula Indonesia. Hal ini memberikan kepercayaan lebih kepada konsumen di pasar Timur Tengah.
Sumber: AntaraNews