Potensi Transaksi Mamin RI di UEA Tembus Rp107 Miliar, Sinyal Positif Pasar Global
Kementerian Perdagangan mencatat potensi transaksi produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia di Uni Emirat Arab mencapai Rp107,17 miliar, menandakan peningkatan signifikan dan daya tarik global.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan potensi transaksi produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia mencapai Rp107,17 miliar di Uni Emirat Arab (UEA). Angka fantastis ini tercatat selama pameran Gulfood 2026 yang berlangsung di Dubai. Potensi transaksi ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya.
Konsul Jenderal RI Dubai, Denny Lesmana, mengungkapkan bahwa nilai ini setara dengan 6,69 juta dolar AS. Capaian tersebut melonjak 62,63 persen dibandingkan partisipasi Indonesia pada tahun lalu. Pada tahun sebelumnya, potensi transaksi hanya mencapai Rp40 miliar atau 2,5 juta dolar AS.
Kenaikan drastis ini menjadi indikator kuat tingginya minat pasar internasional terhadap produk mamin dari Indonesia. Hal ini juga memberikan sinyal positif bagi ekspansi produk lokal di kancah global. Pameran Gulfood 2026 berhasil membuka peluang pasar lebih luas.
Peningkatan Signifikan Potensi Transaksi Mamin RI di UEA
Peningkatan potensi transaksi produk mamin Indonesia di Uni Emirat Arab (UEA) sebesar lebih dari 60 persen menunjukkan animo besar. Para pelaku usaha di UEA semakin tertarik pada kualitas dan keragaman produk mamin Indonesia. Ini adalah hasil dari upaya promosi yang gencar.
Denny Lesmana menekankan pentingnya capaian ini. "Peningkatan capaian potensi transaksi lebih dari 60 persen menandakan tingginya animo pelaku usaha di UEA terhadap produk makanan dan minuman Indonesia. Pameran ini juga memberikan eksposur lebih luas bagi produk tersebut untuk menjangkau pasar di berbagai kawasan," ujar Denny.
Kehadiran produk Indonesia di ajang internasional seperti Gulfood 2026 sangat strategis. Ini tidak hanya meningkatkan nilai transaksi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia. Produk mamin Indonesia kini semakin dikenal di pasar global.
Antusiasme Global Terhadap Produk Mamin Indonesia
Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Dubai, Widy Haryono, turut mengamati antusiasme pengunjung. Pengunjung dari berbagai negara menunjukkan minat yang tinggi terhadap produk Indonesia di Paviliun Indonesia. Ini mencerminkan daya tarik universal produk-produk tersebut.
Widy menambahkan, "Makin beragamnya pengunjung dari berbagai negara menandakan semakin luasnya jangkauan promosi produk secara global, semakin besar pula peluang Indonesia mendapatkan buyers dari seluruh dunia." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya diversifikasi pasar.
Berdasarkan formulir kontak dagang, beberapa produk menarik perhatian serius. Minyak kelapa, lemak padat (shortening), margarin, minyak goreng sawit, dan kental manis (condensed milk) menjadi primadona. Mi instan, produk kacang-kacangan, biskuit, kue kering, kopi instan, bumbu-bumbu, teh siap minum, teh susu, dan teh jeli juga banyak diminati.
Tren Positif Ekspor Mamin dan Perdagangan Indonesia-UEA
Total nilai perdagangan Indonesia-UEA pada 2025 mencapai 6,44 miliar dolar AS. Angka ini naik 26,93 persen dari 5,07 miliar dolar AS pada 2024. Ekspor Indonesia ke UEA tercatat 4,03 miliar dolar AS, dengan surplus 1,62 miliar dolar AS.
Ekspor mamin Indonesia ke UEA pada 2025 mencapai 628,4 juta dolar AS. Nilai ini meningkat 11,76 persen dari 562,3 juta dolar AS pada 2024. Tren ekspor mamin menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 16,81 persen dalam lima tahun terakhir (2021-2025).
Komoditas olahan dari serelia, tepung, pati, atau susu mencatat kenaikan tertinggi sebesar 54,64 persen. Permintaan pada 2025 mencapai 46,03 juta dolar AS. Produk olahan daging, ikan, krustasea, dan moluska juga tumbuh 32,55 persen. Nilai permintaan pada 2025 untuk kategori ini mencapai 6,02 juta dolar AS.
Sumber: AntaraNews