KBRI Kanada Dorong Ratifikasi ICA-CEPA, Buka Peluang Bisnis Indonesia Lebih Luas

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada aktif mendorong ratifikasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA) yang diharapkan dapat segera berlaku, membuka gerbang ekspor dan investasi bagi kedua negara.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KBRI Kanada Dorong Ratifikasi ICA-CEPA, Buka Peluang Bisnis Indonesia Lebih Luas
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada aktif mendorong ratifikasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA) yang diharapkan dapat segera berlaku, membuka gerbang ekspor dan investasi bagi kedua negara. (AntaraNews)

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, secara aktif mendorong percepatan ratifikasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada atau Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Harapan besar disematkan agar perjanjian ini dapat segera diimplementasikan pada semester kedua tahun 2026. Upaya ini merupakan bagian dari diplomasi ekonomi yang gencar dilakukan oleh KBRI Ottawa untuk memperkuat hubungan dagang bilateral.

Pernyataan penting ini disampaikan dalam Pertemuan Bisnis Indonesia-Kanada yang diselenggarakan oleh KBRI di Montreal. Acara tersebut bertepatan dengan ajang Salon International de l'Alimentation Canada 2026, sebuah pameran makanan dan minuman internasional terkemuka. Pertemuan ini menjadi platform strategis untuk mempertemukan para pelaku usaha dari kedua negara.

Dubes Muhsin menekankan bahwa ICA-CEPA diharapkan dapat secara signifikan mempermudah kegiatan bisnis antara Indonesia dan Kanada. Perjanjian ini juga diproyeksikan membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Indonesia, serta mendorong arus investasi dari Kanada ke Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi peningkatan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA) diyakini akan membawa dampak positif yang substansial bagi perekonomian kedua negara. Duta Besar Muhsin Syihab menegaskan bahwa perjanjian ini akan menjadi katalisator dalam mempermudah interaksi bisnis. Selain itu, ICA-CEPA diharapkan membuka pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia dan menarik investasi Kanada ke dalam negeri.

Dukungan kuat terhadap perjanjian ini juga datang dari anggota parlemen Kanada, Yasir Naqvi, yang menjabat sebagai Sekretaris Parlemen Menteri Perdagangan Internasional dan Menteri Muda Pembangunan Internasional Kanada. Naqvi memandang ICA-CEPA sebagai model kerja sama yang inovatif bagi Kanada dalam menjajaki kemitraan dengan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik. Pandangan ini menggarisbawahi potensi strategis perjanjian tersebut dalam konteks geopolitik dan ekonomi global.

Perkembangan terkait ICA-CEPA disambut dengan antusiasme tinggi oleh para pelaku usaha dari Indonesia dan Kanada yang hadir dalam forum bisnis tersebut. Komunitas bisnis dari kedua belah pihak menyatakan harapan besar agar perjanjian bilateral ini dapat segera diratifikasi. Mereka melihat ICA-CEPA sebagai jembatan penting untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi.

Pertemuan bisnis Indonesia-Kanada yang dihadiri oleh lebih dari 100 pelaku usaha dari berbagai sektor menjadi ajang krusial. Sektor-sektor yang terlibat meliputi makanan dan minuman, jasa keuangan, energi, hingga industri kreatif. Forum ini memberikan kesempatan emas bagi para pebisnis untuk menjalin koneksi dan mengeksplorasi potensi kerja sama.

Kegiatan ini berhasil memanfaatkan momentum ajang Salon International de l'Alimentation Canada (SIAL Canada) 2026, yang berlangsung dari tanggal 29 April hingga 1 Mei 2026 di Palais des Congrès de Montréal. Indonesia turut berpartisipasi aktif dalam pameran bergengsi ini melalui Paviliun Indonesia. Paviliun tersebut menampilkan beragam produk unggulan dari para pelaku usaha nasional, menarik perhatian pengunjung internasional.

Dubes Muhsin Syihab menyebut pertemuan ini sebagai bagian integral dari strategi diplomasi ekonomi KBRI Ottawa. Tujuannya adalah untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi bilateral secara signifikan. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana efektif untuk mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia di pasar Kanada dan Amerika Utara yang kompetitif.

Duta Besar Muhsin kembali menyampaikan harapan agar ratifikasi ICA-CEPA, yang telah ditandatangani saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Ottawa pada September 2025, dapat segera terwujud. Target implementasi perjanjian ini adalah pada semester kedua tahun 2026. Percepatan ini krusial untuk segera merealisasikan manfaat ekonomi yang dijanjikan.

Para peserta pertemuan bisnis menyambut positif inisiatif ini dan berharap forum serupa dapat diselenggarakan secara berkala. Hal ini bertujuan untuk terus memperkuat jejaring antar pelaku usaha dari kedua negara. Beberapa peserta bahkan telah melaporkan adanya komitmen tindak lanjut yang konkret dari mitra bisnis yang mereka temui selama forum berlangsung.

Acara pertemuan bisnis ini digelar dalam format informal, menciptakan suasana yang kondusif untuk diskusi dan negosiasi. Kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan penayangan video informatif mengenai peluang bisnis dan kondisi makroekonomi Indonesia. Selain itu, promosi Trade Expo Indonesia 2026 turut menjadi bagian dari agenda, mengundang investor dan pembeli internasional untuk menjelajahi potensi pasar Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi