Wali Kota Jayapura Tegaskan Pembangunan Jayapura Wajib Hormati Nilai Adat dan Identitas Lokal
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menekankan pentingnya pembangunan Jayapura yang selaras dengan nilai adat serta menjaga identitas asli masyarakat. Hal ini disampaikan pada peringatan HUT ke-116 Kota Jayapura.
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan bahwa setiap pembangunan di wilayahnya harus senantiasa menghormati nilai-nilai adat yang berlaku. Penekanan ini disampaikan untuk memastikan identitas masyarakat asli yang diwariskan secara turun-temurun tetap terjaga.
Pernyataan tersebut disampaikan Rollo dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-116 Kota Jayapura yang berlangsung pada Sabtu (7/3) di Jayapura, Papua. Acara ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan kota.
Menurut Rollo, langkah ini krusial mengingat Jayapura, yang sebelumnya dikenal sebagai Port Numbay, adalah tanah leluhur kaya akan budaya dan kearifan lokal. Pembangunan yang menghargai adat akan menciptakan keseimbangan dan kebersamaan.
Port Numbay: Identitas dan Kearifan Lokal yang Terjaga
Abisai Rollo menjelaskan bahwa sebelum dinamai Jayapura, wilayah ini telah dikenal luas oleh masyarakat adat sebagai Port Numbay. Nama tersebut bukan sekadar sebutan geografis, melainkan representasi identitas kuat masyarakat asli.
Port Numbay diwariskan secara turun-temurun, membawa serta kekayaan nilai budaya dan kearifan lokal yang mendalam. Tanah ini mengajarkan prinsip keseimbangan, kebersamaan, dan penghormatan tinggi terhadap alam sekitar.
Oleh karena itu, pembangunan Jayapura harus terus berlandaskan pada penghormatan terhadap nilai-nilai adat tersebut. Ini adalah fondasi untuk menjaga keberlanjutan budaya dan kehidupan sosial masyarakat.
Perjalanan Sejarah dan Kemajuan Kota Jayapura
Kota Jayapura memiliki sejarah panjang sejak didirikan pertama kali oleh pemerintah Hindia Belanda pada 7 Maret 1910 dengan nama Hollandia. Kota ini kemudian mengalami beberapa perubahan nama, termasuk Sukarnopura.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969, nama resmi kota ini ditetapkan menjadi Jayapura, yang memiliki arti "Kota Kemenangan". Nama ini melambangkan harapan, perjuangan, serta kemenangan masyarakat.
Pada usianya yang ke-116 tahun, Kota Jayapura kini telah berkembang pesat menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, dan jasa di kawasan timur Indonesia. Kemajuan ini adalah hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Wali Kota Rollo menekankan bahwa Jayapura adalah rumah bersama bagi beragam suku, agama, dan latar belakang budaya yang hidup berdampingan secara harmonis. Penting untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman ini.
Komitmen Pemerintah Kota untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pemerintah Kota Jayapura berkomitmen penuh untuk terus memperkuat pemberdayaan masyarakat asli Papua. Ini termasuk upaya meningkatkan kualitas hidup dan partisipasi mereka dalam pembangunan.
Selain itu, fokus juga diberikan pada penguatan ekonomi kerakyatan, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Program-program ekonomi lokal akan terus didukung.
Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan juga menjadi prioritas utama untuk memastikan sumber daya manusia yang unggul dan sehat. Tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas terus diupayakan demi pelayanan publik yang optimal.
Sumber: AntaraNews