Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) setempat memberikan apresiasi kepada lima kampung. Penghargaan ini diberikan atas kinerja terbaik dalam pengelolaan keuangan dan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui DPMK, Pemkot Jayapura memberikan insentif dana alokasi kampung (ADK) sebagai bentuk apresiasi. Pemberian ini merupakan reward bagi kampung-kampung yang menunjukkan performa unggul dalam berbagai aspek.
Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru menjelaskan bahwa apresiasi ini didasarkan pada proses penilaian komprehensif. Lima kampung tersebut berhasil meraih skor tertinggi dari total 14 kampung yang dievaluasi.
Advertisement
Advertisement
Penilaian kinerja kampung-kampung di Jayapura melibatkan beberapa indikator kunci yang telah ditetapkan. Indikator ini dirancang untuk mengukur efektivitas pemerintahan kampung dalam berbagai aspek penting.
Beberapa poin utama yang menjadi tolok ukur meliputi penyerapan anggaran yang efisien dan akuntabel. Selain itu, percepatan penurunan stunting juga menjadi fokus penting dalam evaluasi ini untuk kesehatan masyarakat.
Pelayanan pendidikan dan layanan BPJS yang diberikan kepada masyarakat turut menjadi pertimbangan utama. Aspek pengelolaan kampung secara keseluruhan juga dinilai secara menyeluruh oleh tim penilai yang kompeten.
Advertisement
Proses evaluasi ini memastikan bahwa penghargaan diberikan kepada kampung yang benar-benar menunjukkan komitmen tinggi. Tujuannya adalah untuk mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan di seluruh wilayah.
Advertisement
Lima kampung yang berhasil meraih penghargaan ini mendapatkan insentif dana alokasi kampung (ADK) tambahan. Insentif ini diberikan sebagai bentuk apresiasi konkret dari Pemerintah Kota Jayapura atas kinerja mereka.
Kampung Koya Koso menjadi peraih skor tertinggi dengan nilai 74,80, mendapatkan insentif sebesar Rp470 juta. Disusul oleh Kampung Holtekamp dengan skor 70,40 yang menerima Rp392 juta.
Kampung Kayo Batu meraih skor 68,40 dan berhak atas insentif Rp313 juta dari pemerintah kota. Sementara itu, Kampung Skouw Sae dengan skor 68,00 mendapatkan tambahan ADK sebesar Rp235 juta.
Advertisement
Terakhir, Kampung Nafri dengan skor 67,60 memperoleh tambahan ADK sebesar Rp156 juta. Pemberian insentif ini diharapkan dapat memotivasi kampung-kampung lain untuk meningkatkan kinerjanya di masa mendatang.
Advertisement
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kota Jayapura, Makzi Atanay, menekankan pentingnya evaluasi ini. Ia menyatakan, "Kami harap ke depan semua kampung terus berbenah agar tidak tertinggal dari kampung lain dan mari bersama-sama kami melakukan perbaikan demi kampung dan masyarakat bisa sejahtera."
Insentif tambahan ini bukan sekadar penghargaan semata, melainkan bagian dari evaluasi kinerja yang berkelanjutan. Diharapkan pemerintahan kampung tetap menjalankan program-program dengan baik dan konsisten.
Hal ini bertujuan agar seluruh program pembangunan dapat berjalan optimal demi kesejahteraan warga di setiap kampung. DPMK mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melakukan perbaikan demi kemajuan kampung.
Advertisement
Dengan demikian, masyarakat di seluruh kampung dapat mencapai kesejahteraan yang diharapkan melalui pengelolaan yang efektif. Evaluasi ini menjadi dorongan bagi peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat dasar.
Sumber: AntaraNews