Trivia Kebijakan: Relokasi Pedagang Pasar Barito, DKI Jakarta Diminta Perbanyak Dialog Sebelum Tindakan
Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menyoroti pentingnya dialog dan sosialisasi dalam proses Relokasi Pedagang Pasar Barito oleh Pemprov DKI Jakarta. Apa urgensinya?
Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menekankan pentingnya dialog dan sosialisasi. Ini sebelum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merelokasi pedagang Pasar Hewan Barito. Relokasi ini akan dilakukan ke lokasi baru di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Penertiban 158 kios pedagang Pasar Barito telah dilakukan pada Senin, 27 Oktober lalu. Proses ini dilakukan setelah tiga surat peringatan dilayangkan kepada para pedagang. Mereka diminta segera bersiap pindah ke Sentra Fauna Lenteng Agung.
Tujuan relokasi adalah penataan ruang kota yang lebih tertib dan modern. Selain itu, ada rencana penggabungan tiga taman di Jakarta Selatan. Taman Leuser, Ayodya, dan Langsat akan menjadi Taman Bendera Pusaka pada Desember 2025.
Pentingnya Komunikasi dalam Relokasi Pedagang Pasar Barito
Trubus Rahadiansyah menilai komunikasi yang baik sangat krusial. Partisipasi publik dan dialog dua arah juga penting. Hal ini untuk mencegah kesalahpahaman dalam proses relokasi.
"Harusnya ada sosialisasi dan edukasi terlebih dahulu," kata Trubus. "Masyarakat perlu diberi penjelasan mengapa pasar itu akan ditata ulang, apa urgensinya, dan bagaimana dampaknya terhadap mereka."
Dia menambahkan bahwa kebijakan penataan ruang memang penting. Namun, relokasi tidak boleh dilakukan tanpa kesepakatan jelas. Kesepakatan ini harus antara pemerintah dan masyarakat terdampak.
"Penataan ruang itu perlu kesepakatan yang 'clear' (jelas)," ujarnya. "Kalau dipindah, kompensasinya juga harus memadai agar tidak menimbulkan masalah sosial baru."
Urgensi dan Pertanyaan Seputar Pilihan Lokasi Relokasi Pasar Barito
Trubus Rahadiansyah juga mempertanyakan alasan pemilihan Pasar Barito. Menurutnya, masih banyak pasar lain di Jakarta yang lebih membutuhkan pembenahan. Pasar Barito relatif tidak bermasalah.
"Justru banyak pasar lain yang membuat jalan macet dan semrawut tapi tidak ditata," tambahnya. Jika Pemprov DKI ingin menata Jakarta menjadi kota global, penataan harus menyeluruh.
Dia berpendapat bahwa semua kawasan di Jakarta ideal menjadi pasar hewan. Kecuali Jakarta Pusat, semua lokasi dapat dipertimbangkan. Kebijakan relokasi harus demi kepentingan publik.
"Yang dikhawatirkan masyarakat sebenarnya itu kalau nanti ujung-ujungnya dikuasai oleh swasta," kata Trubus. "Artinya sengaja menggusur masyarakat kecil hanya untuk memberi akses kepada mereka yang punya cuan."
Relokasi pedagang Pasar Barito merupakan bagian dari rencana besar Pemprov DKI Jakarta:
- Penataan ulang ruang kota agar lebih tertib dan modern.
- Penggabungan tiga taman (Taman Leuser, Taman Ayodya, Taman Langsat) menjadi Taman Bendera Pusaka.
- Target penyelesaian Taman Bendera Pusaka adalah Desember 2025.
Sumber: AntaraNews