Terungkap! Sekda Bogor Sidak Pastikan SPI KPK Kabupaten Bogor Berjalan Mulus, Bapenda Lompat Skor Integritas 34 Persen
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, melakukan sidak untuk memastikan pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK Kabupaten Bogor berjalan baik. Penasaran bagaimana upaya Pemkab Bogor tingkatkan integritas layanan publik?
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua dinas pada Jumat (18/10) untuk memastikan pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjalan sesuai arahan Bupati Bogor. Sidak ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bogor dalam mendukung upaya pencegahan korupsi dan peningkatan integritas layanan publik. Kehadiran langsung Sekda menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal proses penting ini.
SPI sendiri adalah survei berskala nasional yang diinisiasi oleh KPK, bertujuan untuk memotret tingkat integritas lembaga publik dari berbagai perspektif. Survei ini mengumpulkan data berdasarkan pengalaman dan persepsi masyarakat pengguna layanan, pegawai internal, serta pandangan dari para ahli. Dengan demikian, SPI menjadi sarana partisipasi publik yang krusial dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia.
Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan bahwa sidak ini dilakukan bersama Inspektur Kabupaten Bogor, Arif Rahman, dengan fokus melihat sejauh mana perangkat daerah menjalankan arahan Bupati. Evaluasi mencakup dukungan pelaksanaan SPI dari sisi internal maupun eksternal, termasuk respons masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat budaya integritas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor secara menyeluruh.
Memastikan Kepatuhan dan Peningkatan Integritas
Dalam kunjungannya, Sekda Ajat Rochmat Jatnika menegaskan pentingnya peran serta seluruh perangkat daerah dalam mendukung SPI. "Bapak Bupati sudah menginstruksikan agar seluruh perangkat daerah meningkatkan peran serta, baik secara internal melalui evaluasi kinerja, maupun eksternal melalui respons masyarakat terhadap survei integritas ini," ujar Ajat. Instruksi ini menjadi dasar bagi setiap dinas untuk berbenah dan menunjukkan komitmen terhadap transparansi.
Beberapa perangkat daerah telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam menanggapi arahan tersebut. Salah satu contoh nyata adalah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bogor. Bapenda berhasil mencatat peningkatan skor SPI internal yang sangat impresif, dari sebelumnya 57 persen melonjak menjadi 91 persen.
Peningkatan skor ini menjadi bukti konkret dari respons cepat dan efektif terhadap arahan Bupati. "Ini bukti respons cepat terhadap arahan Bapak Bupati. Terima kasih atas perhatian beliau dalam memperkuat budaya integritas di lingkungan Pemkab Bogor," kata Ajat, mengapresiasi kinerja Bapenda. Hasil ini diharapkan dapat memicu dinas lain untuk melakukan perbaikan serupa.
Inovasi Disdukcapil dan Ajakan Partisipasi Aktif
Selain Bapenda, Ajat juga memantau pelaksanaan survei di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor. Di sana, ia menilai bahwa pemasangan banner berisi barcode SPI dan pendampingan petugas kepada masyarakat secara langsung sangat efektif dalam meningkatkan partisipasi publik. Pendekatan proaktif ini memudahkan warga untuk terlibat dalam proses penilaian integritas.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah, menjelaskan inovasi yang mereka terapkan untuk memaksimalkan partisipasi masyarakat dalam pengisian survei eksternal. "Kami menugaskan petugas membawa banner ber-barcode SPI secara mobile ke ruang tunggu dan meminta langsung kesediaan warga untuk mengisi survei," kata Renaldi. Strategi ini memastikan survei dapat dijangkau oleh lebih banyak warga.
Lebih lanjut, Disdukcapil juga menerapkan kebijakan layanan diproses setelah warga menunjukkan tanda centang konfirmasi bukti pengisian survei. "Langkah ini memastikan masyarakat tidak hanya memindai barcode, tapi juga benar-benar mengisi survei hingga selesai," ujarnya. Kebijakan ini bertujuan untuk mendapatkan data yang akurat dan lengkap dari setiap responden.
Ajat Rochmat Jatnika mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bogor untuk berperan aktif mendukung pelaksanaan SPI 2025. "Mari tunjukkan semangat integritas. Survei ini penting karena dikawal langsung oleh KPK," tegasnya. Renaldi berharap inovasi tersebut dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat upaya Pemkab Bogor dalam mewujudkan pelayanan publik yang akuntabel, transparan, dan berintegritas tinggi.
Sumber: AntaraNews