Tegang! 4 Pendulang Emas Selamat dari Serangan KKB di Yahukimo, TNI/Polri Lakukan Evakuasi Dramatis
Personel gabungan TNI/Polri berhasil melakukan evakuasi pendulang emas yang selamat dari serangan KKB di Yahukimo, Papua Pegunungan, setelah sempat bersembunyi di hutan.
Personel gabungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) baru-baru ini berhasil melakukan evakuasi pendulang emas di wilayah Bingki, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Empat orang pendulang berhasil diselamatkan setelah mereka menjadi korban serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menewaskan dua rekan mereka. Insiden ini menunjukkan betapa berbahayanya aktivitas penambangan ilegal di daerah rawan konflik.
Keempat pendulang emas tersebut sebelumnya sempat bersembunyi di dalam hutan belantara di sekitar area penambangan ilegal Bingki. Mereka melarikan diri setelah KKB melancarkan serangan brutal pada Minggu (21/9) yang mengakibatkan dua orang tewas. Proses evakuasi ini menjadi bukti nyata kesigapan aparat keamanan dalam melindungi warga sipil di wilayah terpencil.
Kepala Bidang Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Cahyo Sukarnito, mengonfirmasi keberhasilan operasi ini. "Personel gabungan TNI/Polri telah mengevakuasi empat orang pendulang yang selamat dengan berlari dan sembunyi di hutan Bingki setelah penyerangan KKB yang menewaskan dua orang pendulang pada Minggu (21/9)," ujarnya di Jayapura pada Sabtu (27/9). Operasi ini berlangsung di tengah kondisi medan yang sulit dan ancaman keamanan yang tinggi.
Serangan Brutal KKB dan Persembunyian di Hutan
Serangan KKB di kawasan penambangan emas ilegal Bingki, Yahukimo, terjadi pada Minggu (21/9) dan menargetkan para pendulang. Akibat serangan tersebut, dua orang pendulang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Empat pendulang lainnya, yakni Berty, Bakri Laode, Febri, dan Tarim Baroba, berhasil menyelamatkan diri dengan berlari dan bersembunyi di dalam hutan.
Mereka bertahan di hutan selama beberapa waktu, menghadapi kondisi alam yang ekstrem dan ancaman dari KKB. Keberanian mereka untuk bersembunyi di tengah hutan belantara menjadi kunci keselamatan. Peristiwa ini menambah daftar panjang kekerasan yang dilakukan KKB terhadap warga sipil di Papua.
Kawasan penambangan emas ilegal seringkali menjadi sasaran empuk bagi KKB untuk mencari dana atau mengintimidasi masyarakat. Keberadaan aktivitas ilegal ini juga memperburuk situasi keamanan di wilayah tersebut. Pemerintah terus berupaya menertibkan penambangan ilegal demi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Evakuasi Dramatis di Tengah Gangguan Tembakan
Proses evakuasi pendulang emas yang selamat ini tidak berjalan mulus. Personel gabungan TNI/Polri menghadapi gangguan serius dari KKB saat melakukan pencarian dan penjemputan. Kepala Polres Yahukimo, Ajun Komisaris Besar Polisi Zeth Zalino, mengungkapkan bahwa tim evakuasi sempat mendapat tembakan dari KKB.
Kontak tembak pun tak terhindarkan antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata tersebut. Meskipun demikian, tidak ada korban jiwa dari pihak personel gabungan maupun para pendulang yang dievakuasi. "Empat pendulang emas itu ditemukan di sekitar kali kabur," kata Kapolres.
Para pendulang ditemukan sekitar pukul 06.30 WIT setelah pencarian intensif. Setelah berhasil dievakuasi dari Bingki, mereka langsung dibawa ke Markas Kepolisian Resor Yahukimo di Dekai. Keberhasilan operasi ini menunjukkan koordinasi yang baik antara TNI dan Polri dalam menghadapi ancaman keamanan.
Kondisi dan Penyelidikan Lanjutan
Setibanya di Markas Polres Yahukimo, keempat pendulang emas yang selamat segera mendapatkan penanganan. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi fisik dan mental setelah mengalami trauma. Selain itu, penyidik juga mulai meminta keterangan dari mereka terkait insiden penyerangan KKB.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi detail mengenai serangan tersebut. Keterangan dari para korban diharapkan dapat membantu aparat keamanan dalam mengidentifikasi pelaku dan merumuskan strategi penegakan hukum selanjutnya. "Penyidik masih meminta keterangan dari mereka terkait kejadian yang dialaminya sekaligus diperiksa kesehatannya," tambah Kombes Pol Cahyo Sukarnito.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk menindak tegas setiap aksi kekerasan yang dilakukan KKB. Keamanan di wilayah Papua Pegunungan menjadi prioritas utama. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kewaspadaan di daerah rawan konflik.
Sumber: AntaraNews