Tegas dan Humanis di Papua: TNI Lumpuhkan DPO KKB, Selamatkan 21 Warga
Ia diketahui merupakan DPO sejak tahun 2025 karena terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan dan pembunuhan di wilayah Papua.
Prajurit TNI yang tergabung dalam Koops TNI Papua menunjukkan ketegasan sekaligus sikap humanisnya dalam menjaga stabilitas wilayah, dengan melumpuhkan satu DPO KKB TPNPB-OPM serta mengevakuasi warga terdampak gangguan keamanan di dua wilayah berbeda di Papua.
Dalam operasi patroli keamanan di Nabire, Papua Tengah, Minggu (15/3), Tim Patroli Koops TNI Papua berhasil melumpuhkan DPO KKB atas nama Hurbianus Mirip, anggota TPNPB-OPM Kodap III pimpinan Aibon Kogoya. Penindakan tersebut terjadi setelah tim mendapati dua orang anggota OPM membawa senjata api dan terjadi kontak tembak. Keduanya melarikan diri ke hutan, namun dalam pengejaran, satu pelaku ditemukan tewas di tempat atas nama Hurbianus Mirip.
Ia diketahui merupakan DPO sejak tahun 2025 karena terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan dan pembunuhan di wilayah Papua. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa setiap tindakan TNI dilaksanakan secara terukur, profesional, dan sesuai prosedur guna menjaga stabilitas wilayah tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat.
Di sisi lain, dalam operasi kemanusiaan di Distrik Aifat Timur Jauh, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Selasa (17/3), tim patroli gabungan Koops TNI Papua bersama pemerintah daerah dan tokoh masyarakat berhasil mengevakuasi 21 warga pengungsi dari Dusun Topo, Kampung Ainesra.
Para pengungsi sebelumnya bertahan di hutan perbatasan akibat gangguan keamanan oleh kelompok TPNPB-OPM. Tim gabungan bergerak menuju lokasi dan mengevakuasi seluruh warga ke Pos Komando Taktis Koops TNI Papua dalam kondisi aman.
Pengungsi Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Setibanya di lokasi, para pengungsi menjalani pemeriksaan kesehatan serta pendataan identitas untuk memastikan kondisi dan kebutuhan mereka. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar, serta mencerminkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Kepala Penerangan Koops TNI Papua Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menegaskan bahwa TNI tidak akan memberi ruang bagi kelompok TPNPB-OPM di Papua. "Ini demi menjaga kedaulatan dan keamanan masyarakat, dengan pendekatan tegas yang disertai upaya membangun stabilitas, kesejahteraan, dan kepercayaan Masyarakat," ujarnya.
"Untuk sementara waktu, para pengungsi ditempatkan di lokasi penampungan di wilayah Distrik Aifat, sambil menunggu proses koordinasi lebih lanjut terkait pemulangan ke daerah asal, khususnya bagi warga dari Kabupaten Teluk Bintuni. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah lanjutan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembinaan, serta koordinasi lintas wilayah guna memastikan proses pemulangan berjalan aman, tertib, dan bermartabat," imbuhnya.
Keberhasilan operasi ini menegaskan komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus melindungi masyarakat, melalui pendekatan tegas terhadap gangguan keamanan serta kepedulian terhadap keselamatan warga di wilayah Papua.