Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menegaskan komitmen penuhnya untuk terus menjaga situasi keamanan yang kondusif di Tanah Papua. Upaya ini dilakukan melalui sinergi solid antara TNI, pemerintah daerah, aparat keamanan lainnya, serta seluruh elemen masyarakat setempat.
Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, di Timika, menyatakan bahwa dukungan penuh dari masyarakat Papua sangat diperlukan. Hal ini krusial dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif demi kelangsungan pembangunan daerah.
Letjen Lucky Avianto juga menekankan bahwa setiap operasi yang dijalankan selalu mengedepankan aspek proporsionalitas dan perlindungan fasilitas publik. Tujuannya adalah agar warga dapat beraktivitas tanpa rasa takut dan pembangunan dapat berjalan maksimal.
Advertisement
Advertisement
Pangkogabwilhan III menegaskan bahwa situasi Papua yang damai dan kondusif sangat dibutuhkan. Kondisi ini memungkinkan pembangunan daerah berjalan maksimal dan warga menjalankan aktivitas tanpa rasa takut.
"Kami ingin memastikan mama-mama bisa ke pasar dengan tenang, anak-anak bisa sekolah dengan ceria, dan pembangunan di Papua terus melaju tanpa gangguan," ujar Letjen Lucky Avianto.
Pangkogabwilhan III mengimbau seluruh masyarakat setempat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berita bohong (hoax). Masyarakat diajak merapatkan barisan, menjaga persatuan, dan bahu-membahu mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera.
Advertisement
Prajurit TNI selalu memegang teguh prinsip bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, terutama dalam situasi mendesak. Melindungi nyawa warga sipil Papua adalah amanah suci yang tidak bisa ditawar.
Advertisement
Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, jajaran TNI menghadapi tantangan berat dalam mengamankan Papua, dengan eskalasi kekerasan oleh kelompok separatis TPNPB-OPM di beberapa titik. Prajurit TNI merespons situasi ini dengan cepat, taktis, dan profesional.
Setiap langkah TNI berlandaskan pada Rules of Engagement (ROE) yang ketat, memastikan tindakan tegas tetap menjunjung tinggi hukum, hak asasi manusia (HAM), serta etika kemanusiaan.
Selama periode Januari hingga awal Mei 2026, prajurit TNI berhasil mengamankan dan menyita puluhan pucuk senjata api, ratusan butir amunisi, serta beragam senjata tajam dari tangan kelompok TPNPB-OPM.
Advertisement
Selain senjata, TNI juga mengamankan berbagai alat komunikasi, alat intai, mata uang rupiah, serta simbol separatisme Bendera Bintang Kejora sebagai barang bukti tindak kejahatan terhadap kedaulatan negara.
Melalui operasi terukur dan berbasis data intelijen akurat, TNI juga berhasil melumpuhkan sejumlah tokoh sentral TPNPB-OPM yang selama ini menjadi otak teror di Papua.
- Yesias Mate selaku Danlog Kodap IV Soraya.
- Army Kogoya selaku Danyon Aluguru Kodap III/Ndugama.
- Bilip Kobak selaku Danops Kimpussa Kodap XVI/Yahukimo.
- Dinus Tigau selaku Danki Tanah Merah.
- Manuel Yohanes Aimau selaku Wadan Ops Kodap IV/Soraya.
- Hurbianus Murip selaku Ka Keu Kodap III/D Dulla.
- Alfon Sorry selaku Wadan Ops Kodap IV/Soraya.
- Jeki Murib selaku Danwil Kodap XVII/Ilaga, yang dilakukan tindakan tegas karena serangan balik brutal terhadap personel TNI di Desa Pinapa.
- Lau Gwijangge selaku Danwil Mugie.
- Ket Gwijangge selaku Danops Yon Mugi.
- Peltu Usmabul selaku Wadanops Mugi.
- Serlu Wonimbo.
- Tiga anggota TPNPB-OPM di Wilayah Paniai.
Advertisement
Advertisement
Pangkogabwilhan III mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merapatkan barisan dan menjaga persatuan. Tujuannya adalah mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera dalam pelukan ibu pertiwi.
Komitmen menjaga Papua kondusif merupakan bagian integral dari upaya pemerintah memastikan stabilitas nasional. Hal ini juga mendukung percepatan pembangunan di wilayah paling timur Indonesia.
Pangkogabwilhan III juga memberikan penghormatan setinggi-tingginya bagi para prajurit TNI yang menjadi korban akibat serangan TPNPB-OPM.
Advertisement
"Pengorbanan mereka adalah bukti nyata cinta tanpa batas kepada NKRI," kata Letjen Lucky Avianto, menggarisbawahi dedikasi prajurit.
Sumber: AntaraNews