Satgas ODC Lumpuhkan Anggota KKB di Timika, Jamin Keamanan Masyarakat
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil melakukan penangkapan KKB Timika, melumpuhkan seorang anggota DPO yang terlibat kasus penembakan warga sipil, menegaskan komitmen penegakan hukum.
Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 (Satgas ODC) berhasil melumpuhkan dan menangkap seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berinisial TJ alias K alias AW di Timika. Penangkapan ini terjadi pada Minggu, 26 April 2026, di SP 2 Kota Timika, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan menjaga keamanan di wilayah tersebut.
Pelaku merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) yang terlibat dalam kasus penembakan terhadap warga sipil bernama Ahmad Gunawan. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada 12 Februari 2026 di pertigaan Puskesmas Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Keberadaan pelaku telah menjadi target utama aparat keamanan.
Penindakan tegas ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menjaga keamanan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat di wilayah Papua. Setiap pelaku tindak kekerasan akan diproses secara profesional sesuai hukum yang berlaku, menegaskan supremasi hukum di Indonesia.
Detail Penangkapan Anggota KKB Timika dan Latar Belakang Pelaku
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penindakan ini merupakan bentuk komitmen aparat dalam menegakkan hukum terhadap pelaku kekerasan bersenjata. Ia menyatakan bahwa penangkapan DPO ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman KKB. Aparat tidak akan pernah surut dalam menghadapi kelompok yang mengganggu stabilitas keamanan.
Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo, Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, menjelaskan bahwa TJ masuk dalam DPO berdasarkan Surat Nomor: DPO/S-34/01/II/2026/Reskrim. Pelaku terlibat dalam kasus penembakan yang menewaskan Ahmad Gunawan pada Februari 2026, sebuah insiden yang meresahkan warga. Keterlibatan TJ dalam aksi kekerasan bersenjata menjadikannya target prioritas penegakan hukum.
Proses penangkapan dilakukan setelah tim melaksanakan pemantauan intensif dan berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku di area SP 2 Timika. Saat akan diamankan, pelaku berupaya melawan petugas dan mencoba melarikan diri ke arah hutan di sekitar lokasi. Situasi tersebut memaksa petugas untuk bertindak cepat dan terukur demi keselamatan publik dan personel.
Petugas kemudian melakukan pengejaran dan memberikan tindakan tegas terukur yang mengenai bagian kaki kiri pelaku. Tindakan ini diambil untuk melumpuhkan perlawanan dan mencegah pelaku kabur. Setelah berhasil diamankan, TJ segera dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Timika untuk penanganan medis sebelum menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut oleh penyidik. Penanganan medis ini menunjukkan profesionalisme aparat dalam menjalankan tugas.
Komitmen Aparat dan Imbauan kepada Masyarakat Terkait Penangkapan KKB Timika
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penegakan hukum secara tegas, terukur, dan profesional terhadap setiap pelaku tindak kekerasan bersenjata. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Papua. Kehadiran Satgas ODC menjadi jaminan bagi warga akan perlindungan dari ancaman KKB.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Komisaris Besar Polisi Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kamtibmas. Informasi yang akurat dari warga sangat membantu aparat dalam menjalankan tugas penegakan hukum.
Masyarakat diajak untuk mendukung aparat dengan memberikan informasi akurat guna membantu upaya penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata. Kolaborasi antara aparat dan masyarakat sangat krusial dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Dengan sinergi yang baik, diharapkan keamanan di Papua dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan bersama.
Sumber: AntaraNews