Polda Papua Tengah Perketat Pengamanan, Antisipasi Ancaman KKB Aibon Kogoya di Nabire
Polda Papua Tengah mengambil langkah antisipatif untuk menjaga keamanan masyarakat di Nabire menyusul ancaman dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya.
Polda Papua Tengah meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah antisipatif guna menjaga keamanan masyarakat di wilayahnya. Hal ini menyusul adanya ancaman serius dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya terhadap warga di area pesisir Nabire. Aparat kepolisian berupaya keras meminimalisir potensi gangguan keamanan demi kenyamanan aktivitas warga.
Kapolda Papua Tengah Kombes Pol. Jermias Rontini mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghindari lokasi yang teridentifikasi sebagai area aktivitas kelompok tersebut. Imbauan ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas). Langkah proaktif ini diambil setelah serangkaian insiden yang melibatkan kelompok bersenjata.
Kepolisian juga meminta warga yang terpaksa beraktivitas di hutan Nabire, seperti mencari kayu atau menambang, agar melapor terlebih dahulu kepada petugas. Pelaporan ini bertujuan agar kepolisian dapat melakukan langkah pengamanan dan antisipasi yang diperlukan. Hal ini menunjukkan komitmen aparat dalam melindungi setiap warga di daerah rawan.
Imbauan Keamanan dan Langkah Preventif Polda Papua Tengah
Kapolda Papua Tengah Kombes Pol. Jermias Rontini secara tegas mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak beraktivitas di lokasi rawan. Wilayah-wilayah ini diketahui menjadi area pergerakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Aibon Kogoya. Langkah antisipatif ini diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya insiden yang tidak diinginkan.
Polda Papua Tengah telah melakukan berbagai upaya preventif untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga. Imbauan kepada warga merupakan salah satu strategi penting dalam meminimalkan potensi gangguan. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus berupaya menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah Papua Tengah.
Bagi masyarakat yang memiliki keperluan mendesak untuk beraktivitas di wilayah hutan Nabire, seperti mencari kayu atau menambang, diwajibkan melapor kepada kepolisian setempat. Prosedur ini memungkinkan petugas untuk memberikan pengamanan yang diperlukan. Hal ini menunjukkan kepedulian aparat terhadap keselamatan warga yang beraktivitas di daerah berisiko tinggi.
Sinergi Aparat dalam Penegakan Hukum dan Pengamanan
Tugas penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) secara spesifik merupakan kewenangan Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas ODC). Polda Papua Tengah berperan sebagai pengendali wilayah dan memberikan dukungan penuh terhadap operasi tersebut. Sinergi ini memastikan penanganan KKB berjalan efektif dan terkoordinasi.
Kapolda Papua Tengah menyatakan bahwa pihaknya memberikan dukungan maksimal kepada Satgas ODC dalam menjalankan tugas pengamanan. Dukungan ini meliputi berbagai aspek, mulai dari informasi hingga logistik. Kerjasama erat ini bertujuan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif bagi seluruh masyarakat Papua Tengah.
Diharapkan Satgas ODC dapat melaksanakan tugas pengamanan secara optimal demi memberikan rasa aman bagi masyarakat. Keberadaan aparat gabungan TNI-Polri menjadi jaminan bagi warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir. Upaya bersama ini merupakan kunci dalam mewujudkan keamanan di Bumi Cenderawasih.
Pasca Penyerangan dan Pengejaran KKB Aibon Kogoya
Sebelumnya, tim gabungan Satgas Rajawali Mambri TNI dan Satgas ODC Polri berhasil melancarkan serangan terhadap KKB Aibon Kogoya. Insiden ini terjadi di hutan Nabarua, Kampung Kali Harapan, Distrik Nabire, pada Minggu (1/3). Operasi ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menindak kelompok bersenjata.
Setelah kontak tembak, aparat berhasil mengamankan sebuah kamp milik KKB dan menemukan sejumlah barang bukti penting. Barang bukti tersebut meliputi 561 butir amunisi, uang tunai sebesar Rp79.700.000, serta 12 unit telepon genggam. Penemuan ini memberikan petunjuk signifikan mengenai aktivitas kelompok tersebut.
Pasca penyerangan tersebut, Aibon Kogoya mengeluarkan pernyataan yang berisi ancaman terhadap warga Papua pesisir. Ancaman ini menjadi dasar bagi Polda Papua Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan dan imbauan keamanan. Aparat TNI-Polri saat ini masih terus mengejar anggota KKB pimpinan Aibon Kogoya yang diduga masih berada di sekitar Nabire, guna mencegah potensi gangguan keamanan lebih lanjut.
Dalam operasi penyerangan terhadap KKB Aibon Kogoya, aparat gabungan berhasil mengamankan beberapa barang bukti penting yang mengindikasikan aktivitas kelompok tersebut. Detail barang bukti yang ditemukan meliputi:
Sumber: AntaraNews