Tukang Ojek di Puncak Jaya Dianiaya KKB, Dibuang ke Jurang Sedalam 500 Meter
Korban dianiaya menggunakan senjata tajam di bagian kepala dan kaki. Jasad dibuang ke dalam jurang
Kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggen diduga menganiaya seorang warga bernama Syafaruddin, menggunakan senjata tajam. Korban diketahui berprofesi sebagai tukang ojek.
Kepala Operasi Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani mengatakan, aksi penganiayaan tersebut terjadi di kawasan pegunungan Distrik Wanwi, Kabupaten Puncak Jaya.
"Informasi ini bermula dari laporan masyarakat pada Hari Sabtu (12/7) di SPKT Polres Puncak Jaya," kata Faizal dalam keterangannya, Minggu (13/7).
Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Puncak Jaya dan TNI kemudian merespons cepat dan melakukan pencarian serta evakuasi terhadap korban pada pukul 14.25 WIT.
"Dengan medan yang sulit dijangkau, personel Satgas Ops Damai Cartenz bersama anggota Polres Puncak Jaya dan TNI, telah berhasil menjangkau korban dengan menempuh jalur yang cukup ekstrem menuruni jurang sedalam 500 meter demi mengangkat korban," ujarnya.
"Menurut informasi dari masyarakat bahwa sebelumnya korban diketahui terakhir terlihat pada Jumat (11/7)," sambungnya.
Kemudian, pada Sabtu (12/7) Pukul 11.45 WIT, korban mengembuskan napas terakhirnya di wilayah Distrik Wanwi.
"Diduga kuat menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam di bagian kepala dan kaki sebelum jasadnya dibuang ke dalam jurang," ucapnya.
Dia mengungkapkan, dengan kondisi medan yang begitu curam dan berbukit, membuat proses evakuasi berjalan dengan penuh tantangan.
"Tim harus berjalan kaki sejauh 5 kilometer dan menuruni jurang sebelum berhasil mengevakuasi jenazah korban yang kemudian dibawa menggunakan motor ke jembatan Distrik Wanwi, dan selanjutnya diangkut dengan ambulans ke RSUD Mulia pada pukul 16.30 WIT," ungkapnya.
Jenazah korban disebutnya tiba di RSUD Mulia pukul 17.20 WIT untuk dilakukan pemeriksaan medis, dan selanjutnya akan dipulangkan ke kampung halaman di Makassar.
Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo juga turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, jangan ragu melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat," ujarnya.
"Kejadian ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi masyarakat sipil di daerah Puncak Jaya. Namun respons cepat aparat gabungan Satgas Ops Damai Cartenz bersama TNI di Puncak Jaya menunjukkan komitmen penuh negara dalam menjamin keamanan dan kemanusiaan di Tanah Papua," pungkasnya.