Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 berhasil menangkap seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) berinisial Pulan Wonda alias Kamenak. Penangkapan ini dilakukan di Kampung Peruleme, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (2/4). Pulan Wonda diduga kuat terlibat dalam aksi penembakan terhadap rombongan Kapolda Papua pada tahun 2012.
Saat itu, Kapolda Papua dijabat oleh Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian, yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Penangkapan DPO KKB ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Satgas ODC untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua. Tindakan ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menindak pelaku kejahatan bersenjata yang meresahkan masyarakat.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengonfirmasi penangkapan tersebut saat dihubungi dari Nabire. Pulan Wonda diketahui merupakan anggota aktif kelompok bersenjata Kodap XII Lanny Jaya. Ia memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai aksi kekerasan yang telah menimbulkan banyak korban.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Penangkapan DPO KKB
Penangkapan Pulan Wonda alias Kamenak dilakukan setelah Satgas ODC melakukan pemantauan intensif. Aparat berhasil mendeteksi keberadaan pelaku di wilayah Kota Mulia. Proses penangkapan berlangsung sigap dan terencana.
Saat hendak diamankan, pelaku mencoba melarikan diri dengan menabrak kendaraan petugas. Aparat kemudian memberikan tembakan peringatan sebagai prosedur standar. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan oleh Pulan Wonda.
Oleh karena itu, tindakan tegas terukur terpaksa dilakukan untuk melumpuhkan pelaku. Pulan Wonda mengalami luka pada bagian kaki kanan akibat tindakan tersebut. Ia kini telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur kemanusiaan.
Advertisement
Dalam operasi penangkapan ini, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti. Barang bukti tersebut meliputi satu unit sepeda motor, tiga telepon genggam, serta beberapa barang pribadi milik pelaku. Barang bukti ini akan digunakan untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Advertisement
Rekam Jejak Kekerasan Pulan Wonda
Menurut Kombes Pol Yusuf Sutejo, Pulan Wonda diduga terlibat dalam rentetan aksi kekerasan bersenjata sejak tahun 2010. Aksi-aksi tersebut termasuk penyerangan terhadap aparat keamanan dan warga sipil. Wilayah operasinya meliputi Puncak Jaya dan Lanny Jaya.
Salah satu keterlibatan utamanya adalah penembakan terhadap rombongan Kapolda Papua pada tahun 2012. Kejadian tersebut menjadi salah satu catatan kelam dalam rekam jejak kekerasan kelompok ini. Pulan Wonda merupakan DPO yang sangat dicari oleh aparat.
"Pelaku merupakan DPO yang diketahui anggota aktif kelompok bersenjata Kodap XII Lanny Jaya dan memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai aksi kekerasan," kata Kombes Pol Yusuf Sutejo. Aksi Pulan Wonda dan kelompoknya telah menyebabkan belasan warga sipil serta aparat TNI dan Polri mengalami luka-luka dan meninggal dunia.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Satgas ODC Jaga Keamanan Papua
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penangkapan ini adalah bentuk komitmen negara. Komitmen tersebut bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman kekerasan bersenjata. Negara hadir untuk menjamin rasa aman bagi seluruh warga.
"Penegakan hukum ini dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan untuk menjaga stabilitas keamanan," ujar Faizal Ramadhani. Proses hukum akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Pendekatan humanis juga tetap dikedepankan dalam setiap tindakan.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, menambahkan bahwa penanganan medis kepada pelaku pascapenindakan adalah prioritas. Ini menunjukkan bahwa meskipun tindakan tegas diambil, aspek kemanusiaan tetap diperhatikan. Pelaku saat ini masih menjalani perawatan medis.
Advertisement
Satgas ODC akan terus melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan lain. Upaya penegakan hukum akan terus ditingkatkan untuk menciptakan situasi keamanan yang aman dan kondusif. Hal ini khususnya di wilayah Papua Tengah dan sekitarnya.
Sumber: AntaraNews