Sambil Live Facebook, Ibu-Ibu Ngamuk Datangi Polres Sragen Siram Bensin ke Polisi
Aksi nekat tersebut bahkan ia siarkan langsung melalui kamera handphone di akun Facebook pribadinya.
Aksi nekat dilakukan seorang ibu bernama Tri Wulandari di Polres Sragen, Jawa Tengah, Selasa (30/9). Warga Desa Jetak, Sidoharjo, Sragen itu datang bersama ketiga anaknya yang masih di bawah umur mengamuk, membentuk dan memaki-maki petugas polisi hingga akhirnya menyiramkan pertalite kepada polisi yang ada di depannya.
Aksi nekat tersebut bahkan ia siarkan langsung melalui kamera handphone di akun Facebook pribadinya. Video aksi tersebut viral dan kembali diunggah akun media sosial. Salah satunya akun Instagram berita_sragen1.
"Ben kapok kui, ben kapok, ben kapok. Rasakno," teriak wanita yang mengenakan gamis dan hijab warna cokelat muda, sambil menyiramkan bensin.
Usai menyiramkan bensin ia pun berjalan berbalik arah sambil terus memaki maki petugas. Sementara anggota Provost yang ada di dekat wanita itu berlari sambil berkata-kata.
"Bahaya, bahaya, bensin ini. Panggil Reskrim," teriaknya.
Motif Diselidiki
Belum diketahui motif penyiraman anggota polisi tersebut. Namun beberapa netizen menyebutkan ibu-ibu itu kesal dengan pelayanan kepadanya. Sementara itu anggota Provost yang menjadi penyiraman cairan pertalite itu bernama Bripka Johan.
Johan kemudian dibawa ke RS Mardi Lestari Sragen untuk mendapatkan pemeriksaan. Beruntung tidak ada api yang menyala saat kejadian.
Pelaku yang marah Provost karena merasa tersinggung pernah disebut sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Polisi Buka Suara
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari membenarkan adanya kejadian penyiraman bahan bakar minyak kepada salah satu anggota Provost Polres Sragen.
"Kejadian kemarin penyiraman bensin anggota Polres Sragen. Kami tidak melakukan tindakan represif, karena kami memahami betul permasalahan yang bersangkutan," ucap Kapolres di Mapolres Sragen, Rabu (1/10).
Pihaknya sedang melakukan penelusuran terhadap latar belakang pelaku. Bahkan juga melakukan pendalaman dengan keluarga untuk mengetahui riwayat kesehatan dan kondisi yang bersangkutan.
"Dan upaya yang kami lakukan dengan profiling dengan pendalaman latar belakang yang bersangkutan. Anggota kami juga melakukan pendalaman kepada keluarga. Yang bersangkutan punya kakak kandung yang tahu betul riwayat yang bersangkutan termasuk riwayat kesehatan," katanya.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan perangkat desa setempat dan warga tempat tinggal yang bersangkutan.
"Kami mohon waktu mudahan kedepan bisa bersama sama dengan perangkat desa dan keluarga untuk memberikan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah yang bersangkutan," pungkasnya.