Putri Zulhas Soroti Konflik Timur Tengah: Penutupan Selat Hormuz Bisa Guncang Pasokan Minyak ke Indonesia
Selat Hormuz memegang peranan vital karena menjadi jalur perlintasan utama bagi sebagian besar komoditas energi dunia. Jika jalur ini terganggu.
Ketua Fraksi PAN DPR RI, Putri Zulkifli Hasan menyoroti meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran atau konflik di Timur Tengah (Timteng) yang berujung pada ancaman penutupan Selat Hormuz. Jalur laut tersebut merupakan urat nadi energi global yang sangat krusial bagi stabilitas pasokan minyak, termasuk ke Indonesia.
Putri mengatakan, Selat Hormuz memegang peranan vital karena menjadi jalur perlintasan utama bagi sebagian besar komoditas energi dunia. Jika jalur ini terganggu, maka guncangan ekonomi global sulit untuk dihindari dalam waktu dekat.
"Iya, kita sama-sama menyaksikan ya ketegangan antara Amerika dengan Iran, dampaknya salah satunya adalah penutupan Selat Hormuz yang mana ini merupakan salah satu jalur vital ya, 20 persen pasokan minyak dan gas dunia itu melewati Selat Hormuz," kata Putri Zulhas kepada wartawan di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Selasa (3/3).
Dampak dari Penutupan Jalur
Putri menyebut, dampak dari penutupan jalur tersebut akan langsung terasa pada fluktuasi harga pasar. Ia mencatat, sudah mulai ada pergerakan harga yang perlu diwaspadai oleh pemerintah Indonesia agar tidak menimbulkan efek domino.
"Sehingga tentu apabila ada penutupan di Selat Hormuz tersebut akan terpengaruh pasokan minyak dunia yang nanti imbasnya juga tentu ke harga minyak global. Tadi kalau saya melihat di berita harga minyak itu sudah ada beberapa kenaikan gitu ya yang ini harus kita antisipasi bersama gitu," sebutnya.
Legislator dari Fraksi PAN ini juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam merespons situasi di Timur Tengah. Menurutnya, koordinasi antarlembaga negara sangat diperlukan untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.
"Saya juga mengikuti di berita kemarin pemerintah juga sudah melakukan antisipasi. Menteri ESDM juga nanti akan segera mengadakan rapat dengan Dewan Energi Nasional untuk membahas terkait dengan permasalahan ini," ungkapnya.
Krusial
Momentum ketegangan ini dirasa kian krusial, mengingat Indonesia akan menghadapi periode hari besar keagamaan. Peningkatan konsumsi bahan bakar di dalam negeri diprediksi akan melonjak signifikan dalam waktu dekat.
"Apalagi kita sekarang sebentar lagi akan apa namanya memasuki lebaran gitu ya, sehingga biasanya memang ada peningkatan kan untuk BBM dan lain sebagainya ini memang harus kita antisipasi bersama gitu," jelasnya.
Terkait strategi cadangan, Putri mengungkapkan, pemerintah saat ini sudah mulai mencari alternatif sumber minyak di luar kawasan Timur Tengah. Langkah diversifikasi ini diambil untuk memastikan stok BBM nasional tetap aman terkendali.
"Iya, kalau pasokan minyak kita itu kan ada juga yang sekarang nanti dari Amerika gitu ya. Pemerintah juga sudah menjalin kerja sama ada dengan Chevron, dengan Exxon gitu. Ini supaya alternatif agar pasokannya tidak hanya dari Timur Tengah," paparnya.
Fokus Utama
Putri menekankan, fokus utama saat ini adalah menjaga agar harga energi tetap stabil. Ia khawatir, jika harga minyak dunia melambung tinggi, maka beban negara dalam membiayai subsidi akan semakin berat.
"Karena yang dikhawatirkan dengan adanya ketegangan ini nanti Selat Hormuz-nya ditutupnya belum tentu sampai kapan, kita kan berharap jangan sampai nanti ada kenaikan. Kalau kenaikan nanti tentu berdampak kepada APBN kita seperti itu," katanya.