Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay secara terbuka meminta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), untuk menyampaikan saran dan kritik langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Permintaan ini disampaikan sebagai upaya memperkuat komunikasi konstruktif dalam pemerintahan yang baru akan berjalan.
Saleh Daulay menegaskan bahwa ruang dialog antara Presiden dan berbagai elemen masyarakat selama ini terbuka lebar. Ini termasuk bagi tokoh nasional sekelas Jusuf Kalla untuk menyampaikan pandangan secara langsung kepada kepala negara.
Menurut Saleh, tradisi diskusi yang dibangun oleh Presiden Prabowo merupakan kesempatan strategis bagi tokoh bangsa. Hal ini bertujuan agar mereka dapat berkontribusi aktif dalam arah pembangunan nasional dengan memberikan masukan yang berharga.
Advertisement
Advertisement
Prabowo Subianto dikenal sangat senang mendengar saran dan kritik dari berbagai pihak. Bahkan, Presiden sering mengundang para tokoh untuk berdiskusi langsung di Istana Negara.
Forum diskusi tersebut melibatkan beragam kalangan, mulai dari birokrat, ulama, akademisi, hingga aktivis dan media massa. Keterlibatan berbagai pihak ini mencerminkan keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi publik secara luas.
Dalam konteks ini, Saleh menilai bahwa penyampaian kritik secara langsung akan jauh lebih efektif dan berdampak signifikan. Hal ini karena masukan dapat dibahas secara mendalam dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Advertisement
Ia menambahkan, jika Pak JK singgah di Istana, semua pihak berharap beliau dapat menyampaikan saran, masukan, dan kritik konstruktif. Berbicara langsung dengan Presiden pasti akan lebih mudah untuk dilaksanakan, apalagi yang menyampaikan sekelas Pak JK.
Advertisement
Saleh Daulay juga menekankan bahwa kapasitas dan pengalaman Jusuf Kalla menjadi nilai penting dalam memberikan masukan strategis bagi pemerintah. JK memiliki rekam jejak yang panjang dan teruji dalam berbagai bidang.
"Pak JK itu tokoh hebat. Beliau tidak hanya menguasai bisnis, tetapi juga sangat mengerti politik dan birokrasi," ujar Saleh. Pengalaman ini menjadikannya figur yang sangat kapabel untuk memberikan perspektif komprehensif.
Tidak hanya diakui di dalam negeri, Jusuf Kalla juga dikenal dan dihormati di mancanegara. Pengakuan internasional ini menambah bobot pada setiap pandangan atau kritik yang disampaikannya.
Advertisement
Penyampaian kritik secara langsung dinilai lebih tepat bagi tokoh dengan posisi dan pengalaman seperti JK. Cara ini dapat mendorong lahirnya solusi yang lebih konkret dan aplikatif untuk permasalahan bangsa.
Advertisement
Saleh Daulay menegaskan bahwa kritik tetap memegang peranan penting dalam sistem demokrasi. Namun, kritik tersebut harus disampaikan melalui cara yang konstruktif dan sesuai dengan konteks yang ada.
Penyampaian kritik yang membangun, terutama dari tokoh berpengalaman, dapat menjadi pendorong perbaikan. Ini membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Langkah ini dinilai dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan tokoh masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi. Selain itu, hal ini juga mendorong kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan publik secara keseluruhan.
Advertisement
"Saya kira kalau Pak JK singgah di Istana, semua orang berharap agar beliau menyampaikan saran, masukan, dan kritik konstruktif," pungkas Saleh Daulay, menekankan harapan akan dialog yang produktif.
Sumber: AntaraNews