Program Makan Bergizi Gratis BGN Lebak Tetap Jalan Selama Ramadhan 1447 H
Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berlanjut selama Ramadhan 1447 H dengan penyesuaian menu khusus agar kebutuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi.
Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah itu akan terus berjalan selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kebijakan ini diambil sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh BGN pusat, guna menjamin asupan gizi masyarakat tetap terjaga secara optimal. Program vital ini bertujuan untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan warga di tengah ibadah puasa yang dijalankan.
Ketua Koordinator BGN Kabupaten Lebak, Asep Royani, menjelaskan bahwa terdapat penyesuaian signifikan pada menu MBG selama Ramadhan dibandingkan hari biasa. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan makanan yang dibagikan tetap layak konsumsi hingga waktu berbuka puasa tiba. Pembagian makanan akan dimulai secara serentak pada tanggal 23 Februari 2026, menyasar berbagai kelompok penerima manfaat yang telah terdata.
Penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis ini meliputi siswa jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA di seluruh wilayah Kabupaten Lebak. Selain itu, program ini juga secara khusus menyasar kelompok rentan seperti ibu menyusui, ibu hamil, serta balita, yang sangat membutuhkan dukungan gizi. BGN Lebak berharap program ini dapat berjalan lancar dan efektif dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat selama Ramadhan.
Penyesuaian Menu Program Makan Bergizi Gratis Selama Ramadhan
Selama bulan Ramadhan 1447 H, menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diubah menjadi makanan kering. Makanan ini dirancang agar dapat bertahan lebih lama dan cocok untuk dikonsumsi saat berbuka puasa, berbeda dengan menu makanan basah yang biasa dibagikan pada hari normal. Jenis makanan kering yang akan didistribusikan meliputi roti, abon, kacang-kacangan, dan juga buah-buahan segar.
Perubahan menu ini merupakan strategi BGN Kabupaten Lebak untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga dengan baik. Makanan kering dipilih agar tidak mudah basi dan tetap bergizi hingga waktu berbuka puasa tiba, menjaga kesehatan penerima manfaat. Sementara itu, untuk kelompok penerima manfaat khusus seperti ibu menyusui, ibu hamil, dan balita, menu yang diberikan tetap berupa makanan basah yang siap santap.
Asep Royani menekankan pentingnya peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan program ini. Ia meminta agar para pengelola SPPG memastikan makanan kering yang dibagikan memiliki kualitas gizi yang baik dan memenuhi standar kesehatan. Hal ini krusial untuk menjaga efektivitas Program Makan Bergizi Gratis dalam memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat Lebak selama Ramadhan.
Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja Program MBG di Lebak
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi semata, tetapi juga memberikan dampak positif signifikan terhadap perekonomian lokal. Hingga laporan terakhir pada Minggu (8/2), pelaksanaan program ini telah melibatkan 102 SPPG yang tersebar di seluruh daerah. Jumlah penerima manfaat program ini mencapai 255.000 orang, menunjukkan skala jangkauan yang sangat luas dan merata.
Selain itu, Program MBG juga terbukti sangat efektif dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Kabupaten Lebak. Total tenaga kerja yang terserap dalam program ini mencapai 5.305 orang, tersebar di 102 SPPG yang beroperasi. Rata-rata, setiap SPPG mempekerjakan sekitar 52 orang, menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pengurangan angka pengangguran di daerah tersebut.
Asep Royani mengapresiasi kinerja program MBG di Lebak yang berjalan dengan sangat baik dan optimal. Ia menyoroti bahwa program ini tidak hanya berhasil menyalurkan bantuan gizi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Keberhasilan ini juga ditandai dengan tidak ditemukannya laporan kasus keracunan makanan dari para penerima manfaat, menandakan kualitas dan keamanan pangan yang selalu terjaga.
Sumber: AntaraNews