Kamboja Resmi Terapkan Wajib Militer, Pemuda 18-25 Tahun Wajib Siap Tempur
Mereka yang tidak memenuhi kewajiban untuk mengikuti wajib militer akan menghadapi ancaman hukuman penjara dan denda yang berat.
Undang-undang baru mengenai wajib militer di Kamboja yang mengatur hukuman penjara hingga lima tahun bagi warga yang menghindari dinas militer resmi telah mulai berlaku. Pernyataan ini disampaikan oleh Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, pada hari Senin, 25 Mei 2026.
Undang-undang tersebut telah ditandatangani oleh Presiden Senat Hun Sen pada tanggal 23 Mei, saat Raja Norodom Sihamoni menjalani perawatan medis di China untuk kanker prostat.
Menurut laporan dari CNA, inisiatif untuk membuat undang-undang ini muncul setelah terjadinya bentrokan besar di perbatasan dengan Thailand yang terjadi dua kali tahun lalu, yang menyebabkan sekitar 100 orang tewas dan ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi.
Undang-undang baru ini terdiri dari delapan bab dan 20 pasal, menggantikan undang-undang tahun 2006 yang dianggap usang dan tidak pernah diterapkan. Aturan baru ini mewajibkan pria Kamboja yang berusia antara 18 hingga 25 tahun untuk menjalani dinas militer selama dua tahun, sedangkan perempuan dapat bergabung secara sukarela.
Mereka yang dipanggil untuk menjalani wajib militer diwajibkan melapor dalam waktu 30 hari setelah menerima pemberitahuan. Apabila tidak hadir tanpa alasan yang sah, mereka akan dianggap menghindari kewajiban dinas militer. Hukuman bagi mereka yang menghindar bervariasi tergantung pada situasi negara, apakah dalam keadaan damai atau perang.
Pada masa damai, seseorang yang menghindari dinas militer dapat dikenakan hukuman penjara antara enam bulan hingga dua tahun, serta denda sebesar USD 250 hingga USD 1.000. Namun, jika terjadi perang atau serangan asing, hukuman akan meningkat menjadi dua hingga lima tahun penjara dengan denda berkisar antara USD 1.000 hingga 2.500.
Menumbuhkan Rasa Patriotisme
Pengecualian dari kewajiban dinas militer diberikan kepada biksu, pastor, penyandang disabilitas, serta individu dengan keahlian khusus di bidang sains dan teknologi. Setelah menyelesaikan masa dinas militer, individu tersebut akan menjadi bagian dari pasukan cadangan hingga usia 45 tahun.
Hun Manet menjelaskan kepada anggota parlemen awal bulan ini bahwa undang-undang ini bertujuan untuk membentuk pola pikir generasi muda Kamboja agar mencintai negara mereka, menumbuhkan rasa patriotisme, dan mempersiapkan diri untuk bertugas di militer demi melindungi tanah air. Dengan demikian, undang-undang ini diharapkan dapat memperkuat pertahanan negara dalam menghadapi tantangan yang ada.