Bangladesh Pakai AI untuk Tilang Otomatis Pelanggar Lalu Lintas
Bangladesh telah mengimplementasikan teknologi AI untuk mengoptimalkan arus lalu lintas, sehingga diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang sering terjadi.
Pemerintah Bangladesh telah memulai penerapan sistem penegakan lalu lintas berbasis kecerdasan buatan (AI) di ibu kota Dhaka, bertujuan untuk mengatasi masalah kemacetan dan pelanggaran lalu lintas yang telah menjadi isu kronis di kota tersebut. Sistem terbaru ini memanfaatkan kamera pengawas dan perangkat lunak AI untuk secara otomatis mendeteksi pelanggaran serta mengirimkan denda langsung kepada pemilik kendaraan.
Seperti yang dilansir dari France24 pada Selasa (26/5/2026), teknologi ini mulai diterapkan sejak bulan April lalu. Dengan kemampuan mendeteksi berbagai pelanggaran, mulai dari menerobos lampu merah, pelanggaran jalur, hingga parkir ilegal, sistem AI ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pengendara.
Kepolisian Dhaka mencatat bahwa penerapan teknologi ini telah berkontribusi dalam mengubah perilaku pengendara yang sebelumnya sering kali mengabaikan aturan lalu lintas. Salah satu pengemudi, Hannan Rahman Jibon, mengungkapkan bahwa ia menerima denda otomatis sebesar 2.000 taka atau sekitar Rp270 ribu setelah melanggar dengan menerobos lampu merah. Ia menyatakan bahwa keberadaan kamera di berbagai titik membuat pengendara kini lebih berhati-hati dalam berkendara.
Kota Paling Lambat
Dhaka, yang dihuni lebih dari 22 juta penduduk, selama ini dikenal sebagai salah satu kota dengan kondisi lalu lintas terburuk di dunia, dan studi dari National Bureau of Economic Research bahkan menyebut Dhaka sebagai "kota paling lambat" dengan rata-rata kecepatan kendaraan hanya sekitar 4,8 kilometer per jam.
Namun, meskipun teknologi ini menjanjikan, pihak kepolisian mengakui bahwa sistem AI masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah pelat nomor kendaraan yang tidak jelas atau terlalu kecil, sehingga menyulitkan kamera dalam membacanya.
Selain itu, polisi juga masih mencari solusi untuk mengatur lalu lintas becak kayuh yang memenuhi jalan-jalan kota. Dengan berbagai tantangan ini, pemerintah berharap dapat terus memperbaiki sistem agar lebih efektif dalam menegakkan aturan lalu lintas dan mengurangi kemacetan di Dhaka.