Gubernur Pramono Ungkap Peran AI Tekan Kemacetan Jakarta
Pemprov DKI telah menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pengelolaan lalu lintas ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan Pemprov DKI telah menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pengelolaan lalu lintas ibu kota. Sistem ini dikenal sebagai Intelligent Traffic Control System (ITCS).
Saat ini, sistem ITCS baru diterapkan di 65 dari total 300 titik simpang di Jakarta. Meski belum mencakup seluruh wilayah, Pramono menyatakan penerapan teknologi ini telah memberi dampak signifikan dalam mengurangi tingkat kemacetan.
Berdasarkan data TomTom Traffic Index, Jakarta yang sebelumnya berada di posisi 10 besar kota termacet dunia kini melorot jauh ke peringkat 90.
“Kenapa kemacetan di Jakarta menurun signifikan? Menurut saya bukan semata-mata karena Transjabodetabek, tapi juga karena peran artificial intelligence,” ujar Pramono dalam Workshop Penyusunan Roadmap Implementasi AI di Balai Kota Jakarta, Kamis (24/7).
Selain untuk pengaturan lalu lintas, teknologi AI juga telah digunakan di lingkungan Balai Kota. Seperti pada sistem akses gedung yang kini menggunakan teknologi AI Face Generator. Inisiatif ini bertujuan membangun sistem perkantoran yang lebih aman, efisien, dan modern.
Pramono menilai, AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi birokrasi, mempercepat layanan publik, menyempurnakan perencanaan kota, hingga mendorong peningkatan pendapatan daerah secara sistematis dan berkelanjutan.
“Saya minta jajaran birokrasi Pemprov DKI mampu mengadopsi keunggulan AI. Hal-hal yang bersifat repetitif harus bisa ditangani AI, seperti urusan lalu lintas, KJP, KJMU, KTP, Jakarta One, pemetaan, dan JAKI,” katanya.
Namun, ia menegaskan bahwa tantangan utama dalam implementasi AI bukan hanya menciptakan sistem canggih, tetapi memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan Masyarakat, yakni mudah diakses, terjangkau, inklusif, dan memberikan dampak nyata.
“Penerapan AI di lingkungan Pemprov DKI akan menjadikan Jakarta lebih modern dan siap menjadi kota global. Saat ini, Jakarta sedang bersiap menuju ke arah itu,” jelas dia.