Gubernur DKI Jakarta Berduka Cita atas Pengendara Tewas Macet Banjir Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berduka atas meninggalnya pengendara mobil di tengah kemacetan parah akibat banjir. Insiden pengendara tewas macet banjir Jakarta ini memicu respons cepat Pemprov.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur DKI Jakarta Berduka Cita atas Pengendara Tewas Macet Banjir Jakarta
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengimbau penumpang Whoosh untuk menggunakan jalur tol atau LRT menuju Stasiun Halim akibat banjir di sejumlah ruas jalan, guna menghindari keterlambatan perjalanan. (AntaraNews)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan belasungkawa atas insiden meninggalnya seorang pengemudi mobil. Peristiwa tragis ini terjadi di tengah kemacetan lalu lintas yang dipicu oleh banjir pada Kamis (22/1). Kejadian ini sontak menjadi sorotan publik dan pemerintah daerah.

Gubernur Pramono mengungkapkan dukanya yang mendalam dan segera memerintahkan Dinas Kesehatan untuk menyelidiki penyebab pasti kematian tersebut. Investigasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kondisi yang menyebabkan kematian.

Pengemudi berinisial AR (51) ditemukan tak bernyawa di dalam mobilnya yang terjebak di Jalan Layang (Flyover) Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kematian ini menyoroti dampak serius dari kemacetan dan banjir yang kerap melanda ibu kota.

Menanggapi insiden memilukan ini, Gubernur Pramono Anung mengerahkan seluruh jajarannya untuk mengatasi kemacetan dan banjir di ibu kota. Koordinasi lintas dinas menjadi kunci dalam penanganan masalah yang kompleks ini.

Berbagai dinas terkait seperti Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terlibat aktif. Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) turut serta dalam upaya penanggulangan terpadu.

Gubernur Pramono juga mengizinkan penerapan kebijakan 'Work From Home' (WFH) dan 'School From Home' (SFH) sebagai solusi sementara. Langkah ini diambil untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan dampak banjir yang melumpuhkan aktivitas warga.

Upaya kolektif ini diharapkan dapat menekan angka kemacetan dan meminimalisir risiko serupa di masa mendatang. Pemerintah berkomitmen penuh menjaga keselamatan dan kenyamanan seluruh warga Jakarta.

Insiden nahas ini bermula pada Kamis siang sekitar pukul 13.00 WIB ketika mobil korban, AR (51), tiba-tiba mogok di tengah jalan. Saksi mata di bengkel mobil sempat melihat kejadian tersebut dan segera bertindak.

Saksi kemudian memberitahu anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) setempat mengenai mobil yang berhenti di tengah jalan. Petugas Satlantas segera mendatangi lokasi untuk memberikan bantuan dan memeriksa kondisi.

Petugas mencoba mendorong mobil korban yang beralamat di Penjaringan, Jakarta Utara, namun mobil terkunci rem tangan. Upaya mengetuk kaca mobil tidak direspons oleh pengemudi, menimbulkan kecurigaan.

Setelah berhasil membuka pintu mobil, petugas menemukan AR dalam kondisi tertunduk di depan kemudi kendaraannya. Setelah diperiksa, denyut nadi korban sudah tidak berdetak, mengindikasikan ia telah meninggal dunia di lokasi.

Korban, yang mengenakan kaus abu-abu dan celana jins biru, segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian tragis ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi