Sistem Otomatis Ini Bisa Deteksi Masalah Perkotaan
Teknologi ini memungkinkan pemerintah daerah merespons berbagai masalah perkotaan.
Sistem kendali berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) kini menjadi ujung tombak dalam pengelolaan kota-kota besar yang semakin kompleks.
Teknologi ini memungkinkan pemerintah daerah merespons berbagai masalah perkotaan secara real-time, mulai dari kemacetan lalu lintas hingga potensi bencana alam.
Salah satu sistem yang mulai diadopsi di sejumlah kota adalah Integrated Command and Control Center (ICCC).
Sistem ini menyatukan data dari berbagai sensor dan kamera yang tersebar di titik strategis, lalu menganalisisnya menggunakan algoritma AI.
Hasilnya, pemerintah dapat mengambil keputusan berbasis data aktual secara cepat dan terarah.
“Ini bukan lagi era intuisi. Kota modern harus dikelola dengan data yang bisa dibaca, diprediksi, dan ditindaklanjuti secara presisi,” ujar Marko Kanadi, Head of Business Incubation NEC Indonesia, Jumat (9/5).
Dalam situasi darurat, ICCC berfungsi sebagai pusat koordinasi terpadu antarlembaga. Teknologi ini memfasilitasi komunikasi lintas instansi secara instan, yang krusial dalam merespons bencana seperti banjir atau kecelakaan besar.
Selain itu, data historis dari sistem ini juga berguna untuk analisis tren dan perumusan kebijakan jangka panjang.
Presiden Direktur NEC Indonesia, Joji Yamamoto, menekankan pentingnya pendekatan berbasis teknologi dalam mewujudkan kota yang aman dan berkelanjutan.
“Solusi ini telah teruji di berbagai negara dan kini kami bawa untuk membantu mengelola tantangan kota di Indonesia,” ujarnya.
ICCC turut didukung oleh infrastruktur cloud dari Amazon Web Services (AWS) dan sistem jaringan milik Juniper Networks, menjadikannya sistem yang cerdas sekaligus aman dan reliabel.
Teknologi seperti ini dipandang sebagai langkah penting dalam transformasi kota menuju era digital, ketika efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan menjadi tiga pilar utama tata kelola perkotaan.