Menko Pangan Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berlanjut Selama Ramadan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus berjalan selama bulan Ramadan, dengan penyesuaian khusus untuk siswa Muslim guna memenuhi kebutuhan gizi mereka.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilaksanakan selama bulan suci Ramadan. Kepastian ini disampaikan untuk memastikan asupan gizi anak-anak dan kelompok rentan lainnya tetap terpenuhi di tengah ibadah puasa. Program MBG sendiri merupakan inisiatif prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat dan menekan angka stunting, yang telah berjalan secara bertahap sejak awal tahun 2025.
Zulkifli Hasan, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), menjelaskan bahwa akan ada penyesuaian mekanisme pemberian makanan. Penyesuaian ini khusus ditujukan bagi siswa-siswi beragama Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Hal ini disampaikan Zulkifli Hasan saat menghadiri acara PANFAST 2026 di Hutan Kota, Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga kualitas dan keberlangsungan program ini, meskipun ada perubahan jadwal dan jenis makanan tertentu. Tujuannya adalah agar manfaat gizi dari MBG dapat terus dirasakan oleh seluruh penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini menyasar berbagai kelompok, termasuk siswa PAUD hingga SMA/SMK, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Penyesuaian Program MBG untuk Siswa Muslim
Selama bulan Ramadan, siswa Muslim yang menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis akan mendapatkan makanan kering untuk dibawa pulang. Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa menu yang disediakan akan berupa makanan praktis seperti telur, roti, dan kurma. Pemberian makanan kering ini bertujuan agar siswa dapat mengonsumsinya saat berbuka puasa di rumah masing-masing.
Penyesuaian ini merupakan langkah adaptif pemerintah untuk menghormati ibadah puasa yang dijalankan oleh mayoritas siswa. Dengan demikian, mereka tetap dapat menerima jatah gizi tanpa mengganggu jalannya ibadah. Kualitas gizi dari lauk pauk yang diberikan dipastikan tidak akan mengalami penurunan meskipun ada perubahan jenis menu.
Menteri Koordinator Bidang Pangan ini berharap agar kebutuhan gizi anak-anak tetap terpenuhi dengan baik selama bulan Ramadan. Program MBG dirancang untuk memastikan bahwa tidak ada anak Indonesia yang tertinggal karena masalah gizi buruk atau kelaparan.
MBG untuk Siswa Non-Muslim dan Pesantren
Bagi siswa non-Muslim, program Makan Bergizi Gratis akan tetap berjalan seperti biasa tanpa adanya perubahan mekanisme. Mereka akan terus menerima makanan bergizi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pemerintah memastikan bahwa hak seluruh siswa untuk mendapatkan asupan gizi yang baik tetap terpenuhi, terlepas dari latar belakang agama mereka.
Selain itu, program MBG juga akan menjangkau siswa di pesantren. Namun, pemberian makanan tidak dilakukan pada siang hari, melainkan disesuaikan dengan waktu berbuka puasa. Ini menunjukkan fleksibilitas program dalam mengakomodasi kebutuhan spesifik berbagai kelompok penerima manfaat.
Zulkifli Hasan juga menambahkan bahwa untuk ibu hamil, balita, dan ibu menyusui, pemberian MBG tidak akan mengalami perubahan. Kelompok ini akan tetap menerima bantuan gizi sesuai dengan skema awal program. Hal ini penting mengingat peran krusial asupan gizi bagi kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak usia dini.
Kualitas Gizi Tetap Terjamin
Meskipun ada penyesuaian dalam jenis dan waktu pemberian makanan selama bulan Ramadan, Zulkifli Hasan menjamin kualitas gizi dari program MBG tidak akan berubah. Pemerintah berkomitmen untuk tetap menyediakan lauk pauk yang bergizi seimbang. Tujuan utama program ini adalah untuk memastikan bahwa anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang memadai untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Program Makan Bergizi Gratis ini menjadi salah satu investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Dengan gizi yang baik, diharapkan anak-anak dapat tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan. Upaya pembenahan dan pengawasan terus dilakukan untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan.
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan terus berupaya memperkuat pelaksanaan MBG. Ini termasuk menggandeng berbagai pihak seperti UMKM lokal dan memastikan transparansi dalam distribusi. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan.
Sumber: AntaraNews