Profil Lengkap Gus Irfan Tokoh NU yang Baru Dilantik Prabowo Jadi Menteri Haji dan Umrah
Karirnya makin moncer usai pemerintah dan DPR mengesahkan UU Haji. Di mana BPHI diubah bentuknya menjadi Kementerian Haji dan Umrah.
Nama K.H. Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan mencuat ke panggung nasional setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPHI) pada 22 Oktober 2024 di Istana Negara, Jakarta.
Karirnya makin moncer usai pemerintah dan DPR mengesahkan UU Haji. Di mana BPHI diubah bentuknya menjadi Kementerian Haji dan Umrah. Pada Senin, (8/9), Presiden Prabowo resmi melantiknya menjadi Menteri Haji dan Umrah.
Pelantikan ini menandai babak baru perjalanan seorang ulama yang sejak lama berakar kuat di dunia pesantren, organisasi keagamaan, hingga politik nasional.
Keturunan Tebuireng
Gus Irfan lahir di Jombang pada 24 Juni 1962. Ia merupakan putra KH Yusuf Hasyim dan cucu dari KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Latar belakang keluarga ulama besar Tebuireng tersebut menjadikannya bagian dari trah yang memiliki pengaruh kuat dalam sejarah Islam dan kebangsaan Indonesia.
Sejak kecil ia ditempa dalam lingkungan religius Jombang. Pendidikan formal ditempuh di daerah asal hingga lulus dari SMPP Jombang (kini SMAN 2 Jombang) pada 1981.
Selepas itu, ia melanjutkan studi ke Universitas Brawijaya Malang, menyelesaikan pendidikan sarjana pada 1985, lalu menuntaskan program magister di kampus yang sama.
Karier Pesantren dan Ekonomi
Keterlibatan Gus Irfan di dunia pesantren dimulai sejak usia muda. Pada 1989, ia dipercaya menjadi Sekretaris Umum Pondok Pesantren Tebuireng, lembaga pendidikan Islam yang didirikan kakeknya. Dari sana, kiprahnya semakin meluas.
Selain mengasuh Pesantren Al-Farros sejak 2006, Gus Irfan juga aktif memperkuat pondasi ekonomi pesantren. Ia pernah memimpin PT BPR Tebuireng sebagai komisaris utama selama 20 tahun (1996–2016), serta mengajar di Akademi Keperawatan Widyagama (2013–2016).
Pengalaman tersebut menjadikannya ulama dengan wawasan luas, tak hanya dalam pendidikan agama tetapi juga manajemen dan ekonomi.
Peran di NU dan Forum Keagamaan
Di lingkungan NU, Gus Irfan dikenal aktif di berbagai lembaga. Ia pernah memimpin Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), badan otonom NU yang menaungi pesantren.
Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Perekonomian NU (LPNU) yang fokus pada pemberdayaan ekonomi umat.
Ia juga kerap tampil di forum-forum keagamaan dan sosial dengan membawa pesan Islam moderat khas NU. Pandangannya banyak disorot dalam isu pluralisme, kebhinekaan, dan dialog lintas agama.
Kiprah Politik dan Panggung Nasional
Meski berakar di pesantren, Gus Irfan tak asing dengan dunia politik. Pada Pilpres 2019, ia masuk dalam jajaran juru bicara tim pemenangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno.
Kedekatannya dengan Gerindra kemudian mengantarnya maju sebagai calon legislatif pada Pemilu 2024.
Maju dari daerah pemilihan Jawa Timur VIII, ia berhasil meraih 77.433 suara dan resmi duduk sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029.