Masa Tunggu Haji NTB Terpangkas Jadi 26 Tahun! Menteri Haji Tambah Dua Kloter Haji NTB untuk 2026

Menteri Haji dan Umrah memastikan tambahan dua kloter untuk calon jamaah haji Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2026, memangkas masa antrean menjadi 26 tahun. Simak dampaknya bagi ribuan calon jemaah!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Masa Tunggu Haji NTB Terpangkas Jadi 26 Tahun! Menteri Haji Tambah Dua Kloter Haji NTB untuk 2026
Menteri Haji dan Umrah memastikan tambahan dua kloter untuk calon jamaah haji Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2026, memangkas masa antrean menjadi 26 tahun. Simak dampaknya bagi ribuan calon jemaah! (AntaraNews)

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, membawa kabar baik bagi calon jamaah haji Nusa Tenggara Barat (NTB). Provinsi ini dipastikan akan mendapatkan tambahan dua kloter haji mulai tahun 2026. Keputusan ini diharapkan dapat memangkas masa tunggu antrean haji bagi ribuan masyarakat NTB.

Pengumuman penting tersebut disampaikan oleh Menteri Irfan di Lombok Timur, NTB. Ia hadir dalam perayaan 90 tahun Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) di Anjani. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, turut mendampingi dalam acara tersebut.

Dengan penambahan dua kloter, sekitar 4.000 calon haji dari NTB dapat diberangkatkan. Kebijakan ini secara signifikan akan mengurangi masa antrean haji yang panjang. Masa tunggu bagi calon jamaah haji NTB kini diperkirakan berkisar 26 tahun.

Sebagai kementerian yang relatif baru, Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen untuk terus belajar dari pengalaman sebelumnya. Menteri Irfan Yusuf menekankan pentingnya memperbaiki kekeliruan masa lalu demi pelayanan yang lebih baik. Peningkatan kualitas pelayanan menjadi fokus utama pemerintah saat ini.

Salah satu perhatian utama adalah kualitas pelayanan kesehatan bagi calon jamaah haji Indonesia. Menurut Menteri Irfan, "Pelayanan kesehatan bagi calon jamaah kita dinilai pemerintah Arab Saudi masih kurang bagus." Hal ini menjadi catatan penting untuk perbaikan di masa mendatang.

Selain itu, isu kuota haji untuk daerah juga menjadi sorotan. Menteri Irfan menyoroti bahwa alokasi kuota saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan Undang-Undang Haji yang berlaku. Pihaknya telah menyampaikan hal ini kepada DPR RI, mengusulkan agar kuota haji daerah didasarkan pada masa tunggu antrean.

Kementerian juga memastikan bahwa seluruh infrastruktur haji di kantor-kantor urusan haji di seluruh Indonesia dalam kondisi baik. Kesiapan infrastruktur ini penting untuk mendukung kelancaran proses penyelenggaraan ibadah haji. Upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melayani jamaah.

Kunjungan Menteri Haji dan Umrah ke Lombok Timur juga bertepatan dengan peringatan 90 tahun Madrasah NWDI. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Irfan mengingatkan tentang kesamaan latar belakang pendidikan dua tokoh besar. KH Hasyim Asyari dan KH Zainudin Abdul Majid sama-sama menimba ilmu di Makkah.

Kedua tokoh memiliki sanad keilmuan dan pemikiran yang serupa, sehingga tidak perlu dipertentangkan. Menteri Irfan juga berpesan kepada para pengelola pondok pesantren. Ia berharap agar keturunan langsung dapat terus berkhidmat dan menjaga kemandirian pondok dalam menjalankan pendidikannya.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, turut menyampaikan apresiasinya terhadap peran kedua pahlawan nasional tersebut. KH Hasyim Asyari dikenal dengan revolusi jihadnya, sementara KH Zainudin Abdul Majid dikenal dengan revolusi pendidikannya. Keduanya telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa.

Gubernur Iqbal menyoroti bahwa ikhtiar dan perjuangan revolusioner NWDI selama 90 tahun telah membuahkan hasil nyata. Ribuan sekolah NW kini tersebar di seluruh nusantara, menunjukkan pengakuan masyarakat atas kiprahnya. Beliau berharap kontribusi NW terus merambah aspek ekonomi dan lainnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi