Polisi Bongkar Markas Judi Berkedok Lapangan Futsal di Bandung, Begini Penampakannya
Penggerebekan terhadap kasino itu dilakukan pada Selasa (17/6).
Keberadaan sebuah rumah judi terselubung di Kota Bandung berhasil dibongkar Polisi. Berkamuflase sebagai tempat futsal dalam sebuah toko di Jalan Kosambi atau Ahmad Yani Bandung, kasino tersebut ternyata menjalankan bisnis terlarang.
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, terbongkarnya kasino tersebut berawal dari patroli siber dan laporan masyarakat. Setelah informasi diselidiki, penggerebekan terhadap kasino itu dilakukan pada Selasa (17/6).
“Lokasi ini adalah lokasi yang tersembunyi yang tersamar oleh keramaian kota, dan merupakan TKP untuk judi konvensional,” ungkap Hendra kepada awak media di lokasi, Selasa (17/6).
Pantauan merdeka.com di lokasi, rumah judi itu berada di area dalam sebuah bangunan yang dari luar tampak seperti ruko.
Dalam bangunan itu terdapat lapang futsal yang pagarnya telah digaris polisi. Sementara di dalamnya berjejer sejumlah unit mobil yang diduga milik orang-orang yang diamankan saat penggebekan.
Adapun rumah judi itu, berada di area paling ujung bangunan tersebut. Di samping pintu masuknya yang telah digaris polisi, tampak mesin pin untuk membuka kunci. Petugas membuka police line pada pintu itu, dan masuk area dalam kasino.
Maka, tampaklah sejumlah meja judi di dalam ruangan kasino itu. Di atas meja tersebut masih tampak koin-koin chip buat taruhan, deretan kartu, hingga sejumlah botol air mineral.
Dijelaskan Hendra, meja-meja tersebut adalah area perjudian regular, dengan besar taruhan Rp300 ribu hingga Rp3 juta. Sementara, untuk nilai taruhan di atas itu dilakukan di ruang VIP.
“Di sini (area luar) minimal taruhan Rp300 ribu hingga Rp3 juta,” ungkap dia.
Kondisi Ruang VIP
Awak media pun diberi kesempatan untuk melihat ruang VIP, yang tertutup. Di sana tampak satu meja serupa tapi tampak lebih tertata.
“Di ruang VIP ini kita lihat table bagus, ruangan eksklusif dan ini secara singkat kita sampaikan dari penyidik bahwa pemain di sini ekslusif, dengan taruhan minimal Rp3 juta sampai tidak ada terhitung,” jelas Hendra.
Dalam penggrebekan ini, Hendra menyebut telah mengamankan sebanyak puluhan orang beserta barang bukti uang tunai ratusan juta, ATM, puluhan ponsel, hingga perangkat komputer. Hendra menyampaikan kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
“Masih kita lakukan penyelidikan,” katanya.