Polda Sumut Kirim Bantuan Heli ke Desa Terisolasi di Tapteng Pasca-Banjir dan Longsor
Polda Sumut Kirim Bantuan Heli untuk mendistribusikan logistik ke desa-desa terisolasi di Tapanuli Tengah pasca-banjir dan longsor, memastikan warga terdampak tetap menerima bantuan.
Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) telah mengerahkan helikopter untuk menyalurkan bantuan makanan dan logistik esensial. Distribusi ini ditujukan bagi warga di desa-desa terisolasi Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang terdampak bencana.
Langkah ini diambil menyusul terputusnya akses darat ke beberapa wilayah akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda. Bantuan logistik sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang terputus dari jalur transportasi utama.
Penata Kebijakan Kapolri Madya TK III Polda Sumut, Kombes Pol Yudhi Surya Markus Pinem, menyatakan bahwa pengiriman melalui udara menjadi satu-satunya opsi. Hal ini untuk memastikan kebutuhan pokok warga terdampak dapat terpenuhi secepatnya.
Akses Darat Terputus, Helikopter Jadi Solusi Utama
Kombes Pol Yudhi Surya Markus Pinem menjelaskan bahwa pengiriman bantuan logistik menggunakan helikopter dilakukan menyusul tertutupnya akses darat. Sejumlah titik di Tapanuli Tengah mengalami longsor parah, membuat jalur transportasi tidak dapat dilalui.
Distribusi makanan melalui udara ini difokuskan ke Desa Nauli Sitahui, salah satu wilayah yang hingga kini masih terisolir usai terjadinya bencana. Kondisi geografis dan kerusakan infrastruktur menjadikan desa ini prioritas utama.
Bantuan yang dikirimkan mencakup 300 kilogram logistik berupa beras, mie instan, minyak goreng, dan gula untuk kebutuhan warga. Seluruh logistik ini merupakan bantuan resmi dari Mabes Polri yang disalurkan melalui Polda Sumut untuk warga terdampak bencana.
Kombes Pol Yudhi menambahkan, hasil pemantauan melalui udara menunjukkan lebih dari sepuluh titik longsor yang belum tertangani. Situasi ini menyebabkan akses darat menuju lokasi terdampak belum dapat dibuka kembali secara normal.
Titik Longsor dan Prioritas Penyaluran Bantuan
Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Wahyu Endrajaya mengonfirmasi bahwa ada sekitar 3 sampai 5 wilayah yang benar-benar terisolasi. Akses ke wilayah ini tidak hanya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, bahkan kendaraan roda dua pun tidak dapat melintas.
Polda Sumut telah menyiapkan titik-titik prioritas untuk penurunan logistik melalui udara. Apabila kondisi tidak memungkinkan untuk pendaratan helikopter, petugas akan menjatuhkan bantuan dari ketinggian aman. Metode ini dilakukan agar tidak merusak isi logistik yang sangat dibutuhkan.
Akses darat yang terputus di antaranya berada pada kawasan Jalan Sigiring-giring Kecamatan Tukka, Jalan Kapusin Kecamatan Badiri, serta wilayah Aek Bontar. Seluruh titik tersebut saat ini dalam proses penanganan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Sumber: AntaraNews