Prabowo Sindir Pihak Sebut Indonesia Gelap: Matanya Buram, Kabur Saja ke Yaman
Prabowo mempersilakan orang-orang tersebut untuk kabur ke negara lain. Hal ini lebih baik dibandingkan membuat gaduh Indonesia dengan narasi-narasi tak benar.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan pihak yang menyebut 'Indonesia Gelap' memiliki mata buram. Dia mempersilakan pihak tersebut untuk kabur dari Indonesia.
"Indonesia gelap. Matanya buram Indonesia gelap, Indonesia terang. Ada yang mau kabur? Kabur aja. Kok kabur aja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman ya? Silakan. Mau kabur ke mana?" kata Prabowo saat groundbreaking 13 proyek hilirisasi di kawasan Industri Pertamina, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (29/4).
Dia meminta orang-orang pintar untuk membaca berita. Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara paling aman di tengah dinamika geopolitik dunia saat ini.
Prabowo mempersilakan orang-orang tersebut untuk kabur ke negara lain. Hal ini lebih baik dibandingkan membuat gaduh Indonesia dengan narasi-narasi tak benar.
"Hei orang-orang pintar, bukalah, bukalah berita ya, lihatlah. Kita ditempatkan sebagai negara yang paling aman di dunia sekarang. Kabur aja deh. Iya kabur aja biar kita enggak gaduh," tutur dia.
Komitmen Prabowo Bekerja Baik
Prabowo menegaskan komitmennya bekerja sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dia pun mengapresiasi kerja keras semua pihak yang telah membuka 26 proyek hilirisasi.
"Negara mana yang membuka hilirisasi berapa itu? 26 sudah 26 titik ya dan kita mungkin tambah lagi berapa titik, enam titik tahun ini mungkin kita mulai mungkin 30, 40 proyek besar," ujar Prabowo.
Dia menuturkan hilirisasi merupakan hal bersejarah karena merupakan perjalanan panjang dan sulit. Prabowo menegaskan komitmennya terus menjalankan hilirisasi yang telah dilakukan pemimpin Indonesia sebelumnya.
"Yang kita lakukan di banyak bidang dalam tahun pertama pemerintahan yang saya pimpin yang kita lakukan adalah memperkuat fondasi yang sudah dilakukan oleh presiden-presiden terdahulu dari mulai presiden pertama sampai ke presiden ketujuh," jelas Prabowo.