Presiden Prabowo Pastikan Penguatan Jaringan Komunikasi Miangas dan Bantuan Ekonomi untuk Warga Perbatasan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat jaringan komunikasi Miangas di wilayah terluar Indonesia, sekaligus menyerahkan bantuan digital dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Pulau Miangas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Presiden Prabowo Pastikan Penguatan Jaringan Komunikasi Miangas dan Bantuan Ekonomi untuk Warga Perbatasan
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat jaringan komunikasi Miangas di wilayah terluar Indonesia, sekaligus menyerahkan bantuan digital dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Pulau Miangas. (AntaraNews)

Presiden Prabowo Subianto memastikan penguatan jaringan telekomunikasi di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Kunjungan ini dilakukan pada Sabtu (9/5) untuk meninjau langsung kondisi masyarakat di wilayah perbatasan tersebut. Komitmen ini bertujuan meningkatkan akses komunikasi dan internet bagi warga setempat.

Dalam dialog dengan masyarakat di SMK Negeri 2 Talaud, Presiden Prabowo mengumumkan rencana pemberian bantuan ponsel dan modem Starlink. Langkah ini diambil untuk memastikan konektivitas digital yang lancar di pulau paling utara Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid turut mendampingi Presiden dalam peninjauan penting ini.

Selain fokus pada infrastruktur digital, Presiden juga menyerahkan bantuan berupa kapal nelayan berukuran 15 gross tonnage (GT). Bantuan ini diharapkan dapat mendukung perekonomian warga Miangas yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Pembangunan Desa Nelayan juga akan segera dimulai untuk kesejahteraan masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyatakan akan memperkuat jaringan telekomunikasi di Miangas agar ponsel dapat beroperasi optimal. Pernyataan ini disampaikan saat berdialog dengan masyarakat setempat di SMK Negeri 2 Talaud. Menkomdigi Meutya Hafid, yang hadir mendampingi, disebut akan mengawal implementasi program ini.

Tidak hanya penguatan sinyal, pemerintah juga berencana memberikan bantuan perangkat keras berupa ponsel dan Starlink. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Menkomdigi akan menyediakan "handphone dan Starlink untuk semua KK" di Miangas. Ini merupakan langkah konkret untuk mengatasi keterbatasan akses internet di wilayah terpencil.

Rencananya, sebanyak 203 kepala keluarga di Pulau Miangas akan menjadi penerima manfaat dari program konektivitas digital ini. Pemerintah telah menyiapkan 180 unit modem Starlink dan 210 unit ponsel. Distribusi perangkat ini diharapkan dapat memastikan layanan komunikasi dan internet dapat dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat Miangas.

Selain bantuan digital, Presiden Prabowo juga fokus pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat Miangas. Ia menyerahkan bantuan berupa kapal nelayan dengan ukuran 15 gross tonnage (GT). Kapal ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan dan meningkatkan pendapatan warga setempat.

Lebih lanjut, Presiden juga menjanjikan pembangunan Desa Nelayan di Pulau Miangas. Pembangunan ini akan dimulai bulan depan, dan Presiden Prabowo menegaskan akan memantau progresnya secara langsung. "Bulan depan sudah mulai ya pembangunan, awas saya akan cek lagi nanti," kata Presiden.

Fasilitas pendukung juga akan melengkapi Desa Nelayan tersebut. Rencananya, akan dibangun fasilitas pembuat es dan gudang pendingin untuk menjaga kualitas hasil tangkapan ikan. Selain itu, lokasi pengisian bahan bakar khusus untuk nelayan juga akan disediakan, guna memudahkan operasional kapal-kapal mereka.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Miangas pada Sabtu (9/5) memiliki makna strategis, mengingat posisi pulau ini sebagai salah satu pulau terluar Indonesia. Pulau Miangas terletak di ujung utara Indonesia dan berbatasan langsung dengan Filipina, menjadikannya titik penting dalam menjaga kedaulatan negara.

Sebelum tiba di Miangas, Presiden Prabowo Subianto diketahui baru saja menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN. KTT tersebut berlangsung di Cebu, Filipina, pada tanggal 7-8 Mei 2026, menunjukkan agenda padat Presiden dalam diplomasi regional sebelum meninjau wilayah perbatasan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi