Akses Jalur Darat Terputus, Satgas Penanggulangan Bencana Sumatera Bakal Distribusi Bantuan dengan Metode Heli Box
Heli box adalah metode penyaluran logistik dengan cara diterjunkan langsung dari pesawat ke lokasi terdampak, tanpa pendaratan pesawat.
Memasuki hari keempat penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera bagian utara, Satuan Tugas Udara (Satgasud) TNI AU menyiapkan distribusi bantuan logistik untuk warga terdampak bencana melalui metode hely box.
Panglima Koops Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Minggit Tribowo menegaskan mencermati masih adanya beberapa desa yang terisolir akibat akses jalur darat yang terputus, Satgas penanggulangan bencana menyiapkan distribusi melalui metode heli box, yaitu metode penyaluran logistik dengan cara diterjunkan langsung dari pesawat ke lokasi terdampak, tanpa pendaratan pesawat.
"Selain efektif, metode ini juga untuk mengatasi sulitnya akses ke lokasi bencana akibat terputusnya akses jalur darat," katanya saat memimpin rapat koordinasi penanggulangan bencana banjir Sumatera, di Posko Utama Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin (1/12/2025).
Pesawat TNI AU Telah Menerbangkan 150 Ton Lebih Logistik
Hingga hari ketiga penanggulangan bencana banjir dan longsor Sumatera, pesawat-pesawat TNI AU telah menerbangkan 150 ton lebih logistik. Logistik berupa tenda lapangan, genset, BBM, air mineral, makanan siap saji, obat-obatan, serta keperluan sehari-harI, telah didistribusikan ke provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Dari posko di tiga Lanud utama yaitu Lanud Sultan Iskandar Muda Aceh, Lanud Suwondo Medan dan Lanud Sutan Sahrir Padang, logistik didistribusikan ke sejumlah lokasi bencana menggunakan helikopter TNI AU dan Basarnas.
Turut hadir dalam rapat, Aster Kasau, Kapuslaiklambangjaau, Kaskoopsudnas, Pangkoopsau, Pangkodau I, dan sejumlah pejabat terkait dari Mabesau.