Polda Bali Terjunkan Ribuan Personel Amankan Nyepi dan Idul Fitri 2026
Polda Bali kerahkan 2.169 personel dalam Operasi Ketupat Agung-2026 untuk amankan Nyepi dan Idul Fitri, memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik serta rangkaian perayaan di Bali.
Kepolisian Daerah Bali (Polda Bali) mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan berbagai titik strategis. Pengerahan ini dalam rangka Operasi Ketupat Agung-2026. Operasi ini dilakukan menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sebanyak 2.169 personel dikerahkan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Apel gelar pasukan telah dilaksanakan di Lapangan Iptu Soetardjo, Mako Brimob Polda Bali, Tohpati, Denpasar, pada Kamis. Ini menandai dimulainya operasi kepolisian terpusat tersebut.
Operasi ini bertujuan utama untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Fokusnya adalah selama arus mudik dan arus balik Lebaran serta aktivitas masyarakat selama masa libur. Selain itu, operasi ini juga menjaga kondisi kamtibmas tetap kondusif.
Fokus Pengamanan Operasi Ketupat Agung-2026
Kapolda Bali Inspektur Jenderal Polisi Daniel Adityajaya menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Agung-2026 akan berlangsung selama 13 hari. Operasi ini dimulai dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Personel Polri didukung oleh unsur TNI serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Terdapat dua tujuan utama dalam pelaksanaan operasi ini. Pertama, mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Ini berlaku selama arus mudik dan arus balik Lebaran serta aktivitas masyarakat selama masa libur.
Kedua, operasi ini bertujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Kondisi ini harus tetap kondusif menjelang, saat, hingga setelah rangkaian Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri di Bali. Pengamanan juga difokuskan pada berbagai objek vital dan lokasi keramaian.
Titik Strategis dan Objek Vital yang Diamankan
Polda Bali menyiapkan 31 pos untuk menunjang pengamanan selama Operasi Ketupat Agung-2026. Pos-pos ini terdiri dari 15 pos pengamanan, 11 pos pelayanan, dan lima pos terpadu. Seluruh pos dijaga oleh personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait.
Pengamanan difokuskan pada sejumlah objek vital dan lokasi keramaian yang tersebar di seluruh Bali. Ini termasuk 256 masjid, 539 mushola, dan 351 lokasi salat Id. Selain itu, 308 titik kegiatan malam takbiran juga menjadi prioritas pengamanan.
Fasilitas transportasi dan destinasi wisata turut menjadi sasaran pengamanan. Ini mencakup Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, delapan pelabuhan, dan 11 terminal. Sebanyak 77 objek wisata, 59 pasar tradisional, tujuh pasar modern, serta 37 pusat perbelanjaan juga diamankan.
Antisipasi Rangkaian Hari Raya Nyepi
Polda Bali memberikan perhatian khusus terhadap rangkaian kegiatan menjelang Hari Raya Nyepi. Hari Raya Nyepi sendiri jatuh pada tanggal 19 Maret 2026. Pengamanan ini penting untuk menjaga kekhidmatan perayaan.
Beberapa kegiatan yang menjadi fokus pengamanan adalah pelaksanaan Tawur Agung Kesanga. Selain itu, pawai ogoh-ogoh juga menjadi bagian penting dari rangkaian tradisi masyarakat Hindu menjelang Nyepi. Pengamanan ini memastikan semua berjalan lancar dan aman.
Imbauan Mudik Aman dari Kapolda Bali
Kapolda Bali mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan mudik Lebaran untuk memperhatikan beberapa hal penting. Tujuannya agar perjalanan mudik dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Persiapan yang matang sangat diperlukan.
Saat akan meninggalkan rumah untuk mudik, pastikan rumah dalam kondisi aman. Masyarakat diimbau untuk mengecek kembali instalasi listrik dan kompor. Selain itu, barang berharga harus disimpan di tempat aman.
Pastikan semua pintu dan jendela telah terkunci rapat untuk mencegah kebakaran maupun pencurian. Daniel juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menitipkan kendaraan maupun barang berharga ke kantor kepolisian. "Kami siap membantu menjaganya," pungkasnya.
Sumber: AntaraNews