Kutai Timur Siagakan 933 Personel untuk Pengamanan Lebaran 2026
Ratusan personel gabungan disiagakan di Kutai Timur untuk Operasi Ketupat Mahakam 2026, memastikan Pengamanan Lebaran berjalan optimal dan masyarakat merasa aman selama perayaan Idul Fitri.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama TNI dan Polri mengerahkan sebanyak 933 personel gabungan untuk mengamankan perayaan Lebaran 1447 Hijriah. Kesiapsiagaan ini bertujuan memberikan rasa aman serta nyaman bagi seluruh masyarakat di Kutai Timur selama periode 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi pengamanan ini dikenal sebagai Operasi Ketupat Mahakam 2026, sebuah komitmen bersama untuk menjaga ketertiban.
Kepala Polres Kutai Timur (Kutim), AKBP Fauzan Arianto, menegaskan bahwa Polres bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen penuh. Mereka akan melaksanakan pengamanan secara optimal demi kelancaran ibadah dan perayaan Idul Fitri. Langkah ini merupakan upaya proaktif dalam menghadapi potensi kerawanan selama musim libur panjang.
Personel gabungan ini akan ditempatkan di berbagai titik strategis, termasuk tempat ibadah, lokasi wisata, dan ruas jalan utama. Penempatan ini memastikan arus lalu lintas berjalan lancar dan kondusif. Selain itu, tujuh pos pengamanan dan pelayanan juga telah disiapkan untuk melayani masyarakat.
Kolaborasi Personel untuk Keamanan Optimal
Total 933 personel gabungan telah disiapkan untuk Operasi Ketupat Mahakam 2026 di Kutai Timur. Personel ini terdiri dari 432 anggota Polri, 141 anggota TNI, serta 360 personel dari pemangku kepentingan di Pemkab Kutim dan elemen masyarakat setempat. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi kuat antar lembaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum.
AKBP Fauzan Arianto menekankan pentingnya kerja sama ini untuk mencapai tujuan pengamanan yang maksimal. Mereka berupaya memastikan setiap aspek kehidupan masyarakat tetap aman selama perayaan Idul Fitri. Komitmen ini mencakup berbagai sektor, dari lalu lintas hingga kegiatan keagamaan.
Pengerahan personel dalam jumlah besar ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dan aparat keamanan. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang dan damai.
Pos Pengamanan dan Pelayanan di Titik Strategis
Polres Kutim telah mendirikan tujuh pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di beberapa lokasi strategis. Pos-pos ini berfungsi sebagai pusat informasi, bantuan, dan pengawasan selama musim Lebaran. Keberadaan pos ini sangat vital untuk respons cepat terhadap insiden.
Satu pos terpadu berlokasi di Simpang 3 Pendidikan Sangatta Utara, menjadi pusat koordinasi utama. Dua pos lainnya ditempatkan di area wisata Pantai Kenyamukan dan Pantai Teluk Lombok Sangkima di Sangatta Selatan, mengantisipasi lonjakan pengunjung. Penempatan ini strategis mengingat kedua pantai tersebut merupakan destinasi favorit.
Empat pos pelayanan tambahan berada di sepanjang Jalan Poros Sangatta–Bontang, yaitu di Teluk Pandan, Simpang 3 Peredau-Bengalon, Simpang 3 Jembatan Sangkulirang, dan Bundaran SP4 Kecamatan Kombeng. Semua pos ini berperan penting dalam menjamin keamanan objek vital. Selain itu, pos-pos tersebut juga memantau pergerakan arus lalu lintas selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Fokus Pengamanan Menyeluruh untuk Masyarakat
Selain pengamanan lalu lintas dan objek wisata, aparat juga fokus pada kegiatan keagamaan. Pemetaan pengamanan telah dilakukan untuk rute malam takbiran serta pelaksanaan salat Idul Fitri di 155 masjid dan 107 lapangan di Kabupaten Kutim. Ini memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan khidmat dan aman.
Patroli dan pengawasan rutin terus ditingkatkan, termasuk pengerahan Satgas Pangan setiap hari. Satgas ini bertugas memantau gudang bahan pangan pokok untuk mencegah penimbunan dan fluktuasi harga. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Patroli juga menyasar pemukiman warga yang ditinggal mudik untuk mencegah tindak pencurian. Selain itu, pengawasan dilakukan di terminal, bandara, jalur mudik, jalur poros, serta titik rawan kecelakaan lalu lintas. Potensi bencana dan kawasan rawan tindak kriminal juga menjadi perhatian utama dalam upaya Pengamanan Lebaran Kutai Timur ini.
Sumber: AntaraNews