Polresta Bandarlampung Matangkan Kesiapan Mudik Lebaran 2026 dan Idul Fitri 1447 H
Polresta Bandarlampung mematangkan Kesiapan Mudik Lebaran 2026 dan Idul Fitri 1447 H dengan menggelar rapat lintas sektoral serta mengerahkan ratusan personel gabungan untuk memastikan keamanan dan kelancaran.
Polresta Bandarlampung mematangkan kesiapan seluruh unsur terkait untuk menghadapi pengamanan arus mudik Lebaran 2026 dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di kota setempat. Rapat koordinasi lintas sektoral telah digelar sebagai langkah awal penting dalam persiapan ini.
Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay memimpin persiapan ini. Seluruh unsur terkait dilibatkan untuk mendukung kelancaran Operasi Ketupat Krakatau 2026.
Persiapan ini dilakukan di Bandarlampung pada Jumat, 6 Maret, untuk menghadapi Operasi Ketupat Krakatau 2026. Operasi ini akan berlangsung dari tanggal 13 Maret hingga 26 Maret 2026 di seluruh wilayah kota.
Sinergi Pengamanan Operasi Ketupat Krakatau 2026
Rapat koordinasi lintas sektoral digelar untuk menyamakan persepsi. Ini juga bertujuan memperkuat sinergisitas antarpihak terkait dalam pengamanan. Langkah ini krusial demi kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 di wilayah Kota Bandarlampung.
Kapolresta menegaskan Operasi Ketupat merupakan operasi kepolisian yang mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Pendekatan preemtif dan preventif menjadi prioritas utama. Tujuannya agar masyarakat dapat menjalankan ibadah serta merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.
Operasi Ketupat Krakatau 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari. Dimulai dari tanggal 13 Maret hingga 26 Maret 2026. Sebanyak 596 personel pengamanan gabungan dikerahkan. Terdiri dari 321 personel Polri, 30 personel TNI, serta 245 personel dari berbagai instansi terkait.
Penempatan Pos Strategis untuk Keamanan Mudik Lebaran
Untuk mendukung pengamanan tersebut, personel gabungan akan ditempatkan pada sejumlah pos. Pos tersebut terdiri dari enam pos pengamanan, tiga pos pelayanan, serta pos terpadu. Pos-pos ini berada di lokasi-lokasi rawan kepadatan aktivitas masyarakat.
Penempatan pos difokuskan pada titik-titik strategis. Lokasi tersebut meliputi masjid, pusat perbelanjaan, dan tempat wisata. Terminal, pelabuhan, hingga bandara juga menjadi prioritas pengamanan guna memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran.
Kapolresta berharap seluruh pihak dapat menyatukan persepsi. Mereka diminta menyiapkan langkah-langkah strategis. Ini penting guna mendukung suksesnya pengamanan Hari Raya Idul Fitri di Kota Bandarlampung.
Sumber: AntaraNews