Polda Bali Urai Antrean Pelabuhan Gilimanuk Jelang Arus Mudik Lebaran 2026
Polda Bali mengerahkan personel dan rekayasa lalu lintas untuk mengurai antrean panjang kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, menjelang arus mudik Lebaran 2026, memastikan perjalanan tetap aman dan tertib.
Kepolisian Daerah Bali mengambil langkah sigap untuk mengatasi antrean panjang kendaraan yang mengular menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Situasi ini terjadi pada Minggu malam, menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Upaya penanganan dilakukan secara maksimal guna memastikan kelancaran perjalanan masyarakat.
Kepala Biro Operasi Polda Bali Kombes Pol. Soelistijono menyatakan bahwa seluruh personel Operasi Ketupat Agung 2026 bekerja tanpa henti. Mereka berupaya keras siang dan malam untuk menjaga keamanan serta ketertiban arus mudik. Sinergi antara petugas dan masyarakat sangat krusial dalam situasi ini.
Kepadatan kendaraan ini dipicu oleh tingginya mobilitas warga yang hendak keluar Bali menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Antrean dilaporkan mencapai puluhan kilometer, menunjukkan lonjakan signifikan jumlah pemudik. Berbagai strategi diterapkan untuk mengurai kemacetan ini.
Strategi Penanganan Arus Mudik di Gilimanuk
Polda Bali bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya mengurai kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Langkah-langkah yang diambil meliputi pengaturan dan rekayasa lalu lintas yang komprehensif. Selain itu, sistem penundaan kendaraan juga diterapkan untuk mengurangi penumpukan.
Personel kepolisian ditempatkan di sejumlah titik kepadatan untuk melakukan pengaturan serta rekayasa lalu lintas. Hal ini dilakukan di sepanjang jalur menuju pelabuhan, memastikan setiap titik rawan tertangani. Koordinasi intensif dilakukan dengan instansi terkait.
Kepolisian juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur. Pola ini bertujuan mempercepat proses bongkar muat kendaraan. Dengan demikian, kapal dapat segera kembali beroperasi dan mengurangi waktu tunggu.
Selain itu, dilakukan penyekatan kendaraan bersumbu tiga ke atas di wilayah Denpasar, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Tabanan. Kendaraan-kendaraan ini diarahkan menuju buffer zone untuk menerapkan sistem penundaan atau delay system. Tujuannya agar tidak seluruh kendaraan tiba bersamaan di kawasan pelabuhan.
Upaya Pengawasan dan Pelayanan di Lapangan
Petugas juga menyiapkan kantong-kantong parkir sebagai tempat penampungan sementara bagi kendaraan yang menunggu giliran menyeberang. Fasilitas ini penting untuk menampung kendaraan yang tertunda keberangkatannya. Hal ini membantu menjaga kelancaran arus di jalan utama.
Patroli berkala dilakukan untuk mencegah penyerobotan antrean yang berpotensi menimbulkan kemacetan maupun konflik antar pengguna jalan. Petugas berupaya menjaga ketertiban dan mencegah tindakan yang merugikan. Kehadiran petugas di lapangan sangat vital.
Pada malam hari, petugas kepolisian melakukan patroli menggunakan kendaraan roda dua. Mereka berkeliling untuk membangunkan para sopir yang tertidur saat menunggu antrean panjang. Tindakan ini merupakan bagian dari pelayanan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pemudik.
Kombes Pol. Soelistijono mengimbau masyarakat agar tetap tertib dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan selama perjalanan. Sinergi antara petugas dan masyarakat menjadi kunci utama kelancaran arus mudik.
Perbandingan dengan Pelabuhan Padangbai
Sementara itu, situasi berbeda terlihat di Pelabuhan Padangbai, Kabupaten Karangasem, pada periode yang sama. Aktivitas penyeberangan di pelabuhan tersebut masih relatif lengang. Antrean kendaraan hampir tidak terlihat di sana.
Volume kendaraan yang melintas di Pelabuhan Padangbai tidak mengalami lonjakan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa fokus kepadatan arus mudik keluar Bali terpusat di Pelabuhan Gilimanuk. Kondisi ini memungkinkan petugas untuk lebih fokus pada titik-titik krusial.
Sumber: AntaraNews