Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan permohonan maaf atas kemacetan panjang yang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Kemacetan yang mencapai sekitar 32 kilometer itu terjadi pada Minggu, 15 Mei 2026, di tengah lonjakan arus mudik.
Prasetyo mengakui kepadatan luar biasa di jalur penyeberangan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk menjadi penyebab utama penumpukan kendaraan.
"Memang ada beberapa kejadian yang apa namanya kami mohon maaf, ada penumpukan oleh karena traffic yang cukup luar biasa di penyeberangan Ketapang dan Gilimanuk itu," kata Prasetyo kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).
Meski demikian, ia memastikan pemerintah terus melakukan pemantauan intensif dan berupaya mencari solusi untuk mengurai kemacetan yang terjadi.
"Tapi sepenuhnya kita melakukan terus monitoring dan petugas-petugas di lapangan bekerja keras untuk mencari solusi supaya bisa bisa mengurangi kemacetan-kemacetan dan antrean-antrean," sambungnya.
Advertisement
Prasetyo menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan arus mudik berjalan lancar meskipun dihadapkan pada lonjakan mobilitas masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) untuk mudik lebih awal, sehingga diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas.
Dalam kesempatan tersebut, Prasetyo turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan dan pengelolaan arus mudik, mulai dari kepolisian, Kementerian Perhubungan, hingga BUMN terkait seperti Pelindo dan ASDP Indonesia Ferry.
"Kemudian juga tentunya kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran yang bertugas di lapangan Kepolisian, Kementerian Perhubungan, dan antara dengan seluruh BUMN-nya, Pelindo, ASDP, dan yang lain-lainnya yang telah bekerja keras," ujarnya.
Advertisement
Lebih lanjut, Prasetyo mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga, termasuk TNI, untuk mengoptimalkan sarana transportasi guna mendukung kelancaran arus mudik.
"Termasuk (menyiapkan) kapal-kapal laut kita untuk membantu kelancaran arus mudik maupun nanti arus balik ke daerah masing-masing," tutur Prasetyo.