Pengurus Purnawirawan TNI AD Temui Prabowo di Istana, Bahas Apa?
Para pengurus PPAD tiba di Istana sekitar pukul 14.00 WIB dengan mengenakan seragam cokelat dan topi PPAD.
Presiden Prabowo Subianto menerima kedatangan Pengurus Purnawirawan TNI AD (PPAD) dalam pertemuan tertutup di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (30/4). Pertemuan ini digelar dalam rangka silaturahmi dan halal bihalal, bukan untuk membahas isu pemakzulan Wakil Presiden.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, para pengurus PPAD tiba di Istana sekitar pukul 14.00 WIB dengan mengenakan seragam cokelat dan topi PPAD.
Tidak ada keterangan langsung dari peserta pertemuan. Plt Ketua Umum PPAD Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak memilih bungkam saat ditanya awak media, langsung masuk ke kompleks Istana bersama rombongan.
Tidak Bahas Pemakzulan Wapres
Kepala Staf Kepresidenan Letjen TNI (Purn) AM Putranto menegaskan, agenda pertemuan hanya silaturahmi dan halal bihalal. Ia membantah adanya pembahasan terkait usulan pemakzulan Wakil Presiden.
"Silaturahmi PPAD mau halalbihalal. Oh enggak (bahas pemakzulan)," ujar Putranto.
Sebelumnya, Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan Wiranto menjelaskan posisi Prabowo atas delapan tuntutan dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI, termasuk usulan kepada MPR RI untuk mengganti Wakil Presiden.
"Di sini tentunya presiden memang menghormati dan memahami pikiran-pikiran itu. Karena kita tahu beliau dan para purnawirawan satu almamater, satu perjuangan, satu pengabdian, dan tentu punya sikap moral yang sama, ya dengan jiwa saptamarga, ya, dan sumpah prajurit itu. Oleh karena itu, beliau memahami itu," jelas Wiranto usai menghadap Prabowo di Istana, Kamis (24/4).
Prabowo Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
Wiranto menegaskan, Prabowo sebagai kepala negara tidak bisa secara langsung merespons tuntutan yang bukan menjadi domain kekuasaan eksekutif. Ia mengingatkan sistem Trias Politika yang memisahkan kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
"Dalam negara yang menganut Trias Politika... tentu ya presiden tidak akan ya menjawab atau merespons itu," ujarnya.
Ia menambahkan, presiden mempertimbangkan berbagai sumber dan bidang sebelum mengambil keputusan.
"Beliau memberi keputusan bukan hanya fokus kepada satu bidang... banyak bidang-bidang lain yang harus dipertimbangkan presiden sebelum mengambil keputusan," kata Wiranto.
Wiranto menyatakan, Prabowo tetap menghargai pandangan Forum Purnawirawan TNI namun mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing perbedaan pendapat yang bisa memicu kegaduhan.
"Inilah ya sikap presiden bukan mengacaukan tapi tetap menghargai... jangan sampai perbedaan itu yang terjadi dengan kita tidak satu sebagai bangsa," ujarnya.
Prabowo pun menitipkan pesan agar masyarakat tidak ikut menyikapi secara berlebihan isu pro dan kontra ini.
"Beliau berpesan tadi kepada saya... agar tidak ikut berpolemik masalah ini. Tidak ikut menyikapi pro dan kontra karena hanya akan menimbulkan kegaduhan-kegaduhan yang akan mengganggu kebersamaan kita, keharmonisan kita sebagai bangsa," kata Wiranto.