TMMD Kodam Pattimura Perkuat Budaya Pulau Moa, Dorong Wisata Tradisi Lokal
Program TMMD Ke-128 Kodam Pattimura di Maluku Barat Daya tidak hanya fokus pembangunan fisik, tetapi juga perkuat budaya Pulau Moa dan dorong pariwisata berbasis tradisi lokal.
Kodam XV/Pattimura menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Program ini bertujuan ganda: memperkuat pelestarian budaya lokal Pulau Moa. Selain itu, TMMD juga mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis tradisi masyarakat setempat.
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menjelaskan fokus TMMD tidak hanya pada pembangunan fisik. Program ini juga sangat penting untuk memperkuat persatuan masyarakat. TMMD turut menjaga identitas budaya di wilayah tersebut.
Keberhasilan TMMD di MBD menunjukkan sinergi kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sinergi ini mempercepat pembangunan. Sekaligus menjaga warisan budaya lokal di wilayah terdepan Indonesia. Sebagai wilayah perbatasan, Maluku Barat Daya memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. Oleh karena itu, penguatan sosial dan budaya masyarakat menjadi fondasi penting untuk ketahanan nasional, memastikan bahwa pembangunan tidak hanya bersifat material tetapi juga spiritual dan identitas.
Mengangkat Tradisi Lokal sebagai Daya Tarik Wisata
Pangdam Dody Triwinarto menegaskan bahwa budaya merupakan modal fundamental. Budaya dapat membangun identitas serta menggerakkan ekonomi masyarakat. Pihaknya mengapresiasi masyarakat Pulau Moa. Mereka dinilai masih menjaga tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman. Pelestarian tradisi ini bukan hanya tentang mempertahankan masa lalu, tetapi juga tentang menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Di tengah arus globalisasi, menjaga kearifan lokal menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menonjolkan keunikan Pulau Moa.
Kodam XV/Pattimura bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya. Mereka akan menjadikan tradisi pacuan kuda dan pentas kerbau khas Pulau Moa sebagai agenda wisata budaya unggulan daerah. Langkah strategis ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru. Ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui sektor pariwisata budaya. Peluang ekonomi ini mencakup peningkatan pendapatan bagi pelaku UMKM lokal, seperti pengrajin, penyedia kuliner tradisional, hingga jasa penginapan. Dengan demikian, pariwisata budaya akan menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Sebagai bentuk komitmen, Kodam XV/Pattimura dan Pemkab MBD akan menggelar acara Pacuan Kuda dan Pentas Kerbau Moa. Acara ini dijadwalkan pada 5 Oktober 2026. Kompetisi ini memperebutkan Piala Bergilir Pangdam Pattimura.
Pihak Kodam juga menyiapkan hadiah pembinaan bagi para pemenang lomba pacuan kuda. Total hadiah mencapai puluhan juta rupiah. Ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat. Hadiah ini menjadi stimulus agar budaya pacuan kuda dan pentas kerbau tetap hidup dan berkembang. Antusiasme masyarakat terhadap acara ini sangat tinggi, menunjukkan bahwa tradisi ini masih mengakar kuat dan memiliki potensi besar untuk terus dilestarikan dan dikembangkan sebagai ikon budaya Pulau Moa.
Capaian Pembangunan Fisik dan Sosial TMMD di Maluku
Dalam pelaksanaan TMMD Ke-128 ini, Kodim 1511/Pulau Moa berhasil menyelesaikan seluruh sasaran program. Capaian ini menunjukkan hasil 100 persen. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata efektivitas program TMMD di lapangan.
Program fisik yang telah diselesaikan meliputi berbagai aspek penting. Ini termasuk rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Pembangunan sumur bor dan revitalisasi sumber air bersih juga berhasil dilaksanakan. Perbaikan akses jalan desa turut menjadi bagian dari capaian ini. Rehabilitasi RTLH telah memberikan tempat tinggal yang layak bagi puluhan keluarga, meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan mereka. Sumur bor dan fasilitas air bersih menjamin ketersediaan air minum yang higienis, mengurangi risiko penyakit dan beban pekerjaan rumah tangga. Sementara itu, perbaikan jalan desa mempermudah akses transportasi, distribusi barang, dan mobilitas warga, mendukung kegiatan ekonomi dan sosial.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menyelenggarakan berbagai kegiatan penyuluhan bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup. Ini juga memperkuat kapasitas komunitas lokal. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci sukses. Penyuluhan yang diberikan mencakup berbagai topik vital seperti kesehatan lingkungan, pertanian berkelanjutan, kewirausahaan, serta mitigasi bencana. Edukasi ini membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan praktis yang relevan untuk menghadapi tantangan modern dan meningkatkan kemandirian.
TMMD Ke-128 tidak hanya dilaksanakan di Maluku Barat Daya. Program serupa juga berlangsung di wilayah Maluku Utara. Korem 152/Baabullah melaksanakannya melalui upacara di Lapangan STQ Desa Maffa, Kecamatan Gane Timur. Kodim 1509/Labuha di Maluku Utara juga menyelesaikan sejumlah sasaran fisik di enam desa dalam 30 hari. Ini meliputi rehabilitasi lima unit RTLH, pembangunan jalan setapak, MCK, tempat wudhu, tandon air, hingga fasilitas pompanisasi air bersih.
Sumber: AntaraNews