Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang dilaksanakan di Kediri, Jawa Timur, menjadi gambaran nyata upaya menyatukan seluruh elemen masyarakat setempat. Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan ruang kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dengan warga. Seluruh pihak berbaur, bekerja bersama, serta merasakan langsung kehidupan masyarakat tanpa adanya jarak.
Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD Ke-127 Tahun 2026, Lettu Inf Sunarno, menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud kemanunggalan TNI dan rakyat. Ia menyatakan bahwa kebersamaan ini tidak bisa dibangun secara instan. TMMD menjadi momentum penting untuk memperkuat rasa saling percaya antara TNI, pemerintah, dan masyarakat.
Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan TMMD kali ini. Semangat gotong royong yang terbangun membuat pekerjaan terasa lebih ringan sekaligus memperkuat ikatan sosial yang ada. Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
TMMD ke-127 di Kediri secara jelas menunjukkan kemanunggalan TNI dan rakyat melalui kerja sama di lapangan. Lettu Inf Sunarno menekankan bahwa tidak ada jarak antara prajurit TNI dengan warga, semuanya menyatu demi kepentingan bersama. Kebersamaan ini menjadi inti dari filosofi TMMD yang telah berlangsung puluhan tahun.
Program ini berhasil menumbuhkan kembali semangat gotong royong yang sempat berkurang di tengah masyarakat. Warga merasa dihargai dan dilibatkan secara langsung dalam setiap tahapan pembangunan. Hal ini memperkuat ikatan sosial dan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang dicapai bersama.
Kepala Desa Gadungan, Dari Purwanto, mengungkapkan bahwa kehadiran TNI yang menyatu dengan warga membawa dampak sosial yang signifikan. Ia berharap sinergi dan kebersamaan yang terbangun selama kegiatan TMMD ke-127 ini dapat terus terjaga. Fondasi kuat ini penting untuk mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
TMMD ke-127 tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga membawa dampak sosial yang mendalam bagi masyarakat. Kehadiran TNI yang berbaur dengan warga desa menumbuhkan kembali semangat kebersamaan. Ini merupakan salah satu tujuan utama dari program TMMD untuk mempererat hubungan antara TNI dengan rakyat.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pendekatan kultural yang efektif, mempererat hubungan emosional antara TNI dan warga. Melalui interaksi langsung, terjadi pemahaman yang lebih baik antara kedua belah pihak. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling mendukung.
Dampak positif dari TMMD diharapkan tidak berhenti setelah program selesai, melainkan terus berlanjut. Sinergi dan kemanunggalan yang terbangun diharapkan dapat menjadi fondasi kuat. Ini akan mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.
Advertisement
Advertisement
Dalam TMMD ke-127 di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, terdapat beragam kegiatan yang dilaksanakan. Kegiatan fisik meliputi perbaikan rumah tidak layak huni dan pembuatan sumur bor pertanian. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas warga desa.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga diisi dengan kegiatan non-fisik yang edukatif dan kultural. Pergelaran seni jaranan dan reog menjadi sarana pelestarian budaya lokal. Sementara itu, pelatihan tata boga dan berbagai pelatihan lainnya bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Tim Satgas TMMD juga melakukan kegiatan penanaman jagung di lahan seluas 1,1 hektare milik Kelompok Tani (Poktan) Rimba Makmur Kabupaten Kediri. Program ini merupakan bagian dari sasaran non-fisik yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian. Selain itu juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa secara keseluruhan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews