Prajurit Satgas Yonif 511/DY Rehabilitasi Gereja di Lanny Jaya, Wujudkan Toleransi
Prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 511/DY menunjukkan kepeduliannya dengan merehabilitasi Gereja Protestan Indonesia (GPI) Kogoyaluk di Lanny Jaya, Papua Pegunungan, demi kenyamanan beribadah dan toleransi umat beragama.
Prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 511/DY melaksanakan rehabilitasi Gereja Protestan Indonesia (GPI) Kogoyaluk. Kegiatan ini berlangsung di Kampung Konikme, Distrik Yugungwi, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Empat orang prajurit turut serta dalam upaya perbaikan fasilitas ibadah tersebut.
Rehabilitasi gereja ini merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam meningkatkan nilai-nilai toleransi antarumat beragama di wilayah penugasan. Kondisi gereja yang memprihatinkan, dengan atap rapuh dan sering bocor, menjadi alasan utama perbaikan. Hal ini bertujuan agar jemaat dapat beribadah dengan nyaman dan aman.
Danpos Tiom Kotis Satgas Pamtas Yonif 511/DY, Kapten Inf Dwi Supriono, menyatakan bahwa kepedulian ini penting. Perbaikan meliputi penggantian atap seng, pengecatan gereja, serta pembersihan lingkungan sekitar. Kehadiran prajurit diharapkan membawa manfaat besar bagi warga perbatasan.
Wujud Nyata Toleransi dan Kepedulian Prajurit TNI
Prajurit Satgas Pamtas Yonif 511/DY, di bawah komando Kolakops Korem 172/PWY, menunjukkan kepedulian mendalam. Mereka berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat. Aksi rehabilitasi gereja ini menjadi bukti nyata. Ini juga memperkuat nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat.
Kapten Inf Dwi Supriono menegaskan pentingnya dukungan semacam ini. Ia berharap kehadiran TNI dapat selalu bermanfaat. Terutama bagi warga yang tinggal di wilayah perbatasan. Ini sejalan dengan tugas pokok TNI.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar perbaikan fisik bangunan. Lebih dari itu, ini adalah upaya membangun kebersamaan. Prajurit TNI ingin memastikan seluruh warga dapat beribadah dengan tenang. Mereka berupaya memberikan rasa aman.
Perbaikan Infrastruktur Ibadah untuk Kenyamanan Jemaat
Fokus utama rehabilitasi adalah pada bagian gereja yang mengalami kerusakan parah. Atap seng GPI Kogoyaluk telah rapuh. Kerusakan tersebut sering menyebabkan kebocoran saat hujan. Ini mengganggu kenyamanan jemaat.
Tim prajurit melakukan penggantian atap seng yang baru. Mereka juga melakukan pengecatan ulang seluruh bagian gereja. Lingkungan sekitar gereja pun tidak luput dari pembersihan. Semua ini untuk menciptakan suasana ibadah yang lebih baik.
Kepala Suku Kampung Konikme, Yakob Wenda, mengapresiasi bantuan TNI. Ia mengakui kondisi gereja sebelumnya sangat memprihatinkan. Bantuan ini sangat meringankan beban warga. Jemaat kini bisa beribadah dengan nyaman kembali.
Harapan dan Doa dari Masyarakat Lanny Jaya
Yakob Wenda menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada prajurit TNI. Ia menuturkan bahwa kehadiran TNI sangat membantu. Masyarakat merasa terbantu dengan adanya perbaikan ini. Ini juga mempererat hubungan antara TNI dan warga.
Wenda juga menyampaikan doa dari seluruh jemaat dan masyarakat. Mereka berharap Tuhan senantiasa menjaga para prajurit. Doa ini menyertai TNI dalam setiap pelaksanaan tugasnya. Ini menunjukkan ikatan emosional yang kuat.
Kehadiran TNI di daerah perbatasan memang diharapkan membawa banyak manfaat. Bukan hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga sosial. Perbaikan fasilitas umum seperti gereja adalah salah satu contohnya. Ini menunjukkan sinergi positif antara TNI dan rakyat.
Sumber: AntaraNews