Pemprov Jateng: Mungkin Beras Oplosan Ada di Luar Pasar Tradisional
Pemprov Jawa Tengah yakin heboh beras oplosan tidak terjadi di pasar tradisional yang berada di dalam pengawasannya.
Pemprov Jawa Tengah yakin heboh beras oplosan tidak terjadi di pasar tradisional yang berada di dalam pengawasannya. Beras oplosan diyakini terdapat di luar pasar tradisional.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng meningkatkan pengawasan terhadap peredaran beras oplosan seperti daftar merek yang disampaikan Kementerian Pertanian (Kementan). Dari hasil pemantauan diperkirakan beras oplosan dijual di luar pasar tradisional.
"Kemungkinan beras oplosan itu ada di luar pasar. Nanti penindakan dari ranah hukum. Mungkin bisa ditelusuri melalui dinas kabupaten/kota untuk menjaga kelancaran konsumen," kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jateng, Sucahyo, Kamis (17/7).
Stok Beras di Jateng
Berdasarkan pemantauan harga di sejumlah pasar skala besar, pihaknya memperoleh fakta bahwa harga beras per 14 Juli 2025 kisaran Rp13.326 per kilogram. Harganya terpantau bervariasi sejak tanggal 7-10 Juli.
"Kalau dilihat stok saat ini cukup ada. Kita pantau di Pasar Johar, Pasar Legi Temanggung, Pasar Legi Solo," ungkapnya.
Pihaknya kini sedang mempertebal pengawasan terhadap aktivitas penjualan beras di pasaran. Semua Pasar tradisional masing-masing kabupaten/kota sedang di pantau ketat untuk mengantisipasi kecurangan penjualan beras.
Tiap dinas perdagangan juga dikerahkan untuk menelusuri kebenaran beras oplosan terutama merek-merek yang diumumkan Mentan Amran Sulaiman.
"Kita imbau masyarakat tidak perlu panic buying dengan euforia lagi terjadi saat ini. Tentu kami melakukan pemantauan apakah ada beras campuran atau tidak. Kalau itu terjadi, ya itu hanya oknum," pungkasnya.