Paskah di Kendari: Momentum Perkuat Persaudaraan dan Toleransi Lintas Agama
Peringatan Paskah di Kota Kendari menjadi ajang penting untuk memperkuat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama, diwujudkan melalui aksi nyata kemanusiaan.
Peringatan Paskah tahun ini di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, menjadi sorotan utama sebagai momentum krusial. Perayaan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan serta meningkatkan toleransi antarumat beragama di wilayah tersebut.
Pastor Gereja Paroki Santo Clemens Kendari, Stephanus Chandra, menegaskan bahwa esensi dari Jumat Agung dan Paskah adalah tentang pemberian diri. Pengorbanan ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata kepada sesama manusia, tanpa memandang latar belakang.
Dalam semangat Paskah, Gereja Paroki Santo Clemens Kendari membagikan 190 paket bantuan kepada masyarakat. Bantuan ini tidak hanya ditujukan untuk umat Katolik, melainkan juga untuk umat Muslim dan siapa pun yang membutuhkan.
Makna Paskah dan Semangat Kemanusiaan
Pastor Stephanus Chandra menjelaskan bahwa esensi peringatan Jumat Agung dan Paskah berpusat pada pemberian diri dan pengorbanan. Nilai-nilai ini harus tercermin dalam tindakan konkret terhadap sesama manusia.
Sebagai wujud nyata dari semangat tersebut, Gereja Paroki Santo Clemens Kendari mendistribusikan 190 paket bantuan. Pembagian ini dilakukan secara inklusif, menyasar umat Muslim dan masyarakat umum yang membutuhkan, tanpa diskriminasi agama.
Ia menekankan bahwa pengorbanan Yesus di kayu salib harus dimaknai sebagai panggilan untuk meruntuhkan sekat pemisah antarindividu. Hal ini menggarisbawahi pentingnya persatuan dan kesatuan dalam masyarakat.
Aksi menolong sesama, menurutnya, harus dilakukan atas dasar ketulusan hati tanpa menunggu permintaan. Ini merupakan implementasi dari pesan kemanusiaan yang bersifat universal dan tanpa batas.
Toleransi dan Persaudaraan Lintas Agama
Stephanus Chandra menegaskan pentingnya melihat setiap individu sebagai saudara, tanpa memandang perbedaan latar belakang. Ia menyerukan agar tidak ada sekat yang memisahkan antarumat beragama.
"Kemanusiaan harus menjadi nomor satu, lindungi teman-teman yang lain apa pun latar belakang mereka," tegasnya. Pesan ini menekankan prioritas kemanusiaan di atas segala perbedaan.
Pesan ini menggarisbawahi bahwa tindakan kemanusiaan sejati melampaui batasan agama, suku, atau golongan. Solidaritas sosial menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis.
Melalui semangat Paskah, diharapkan nilai-nilai toleransi dan persaudaraan dapat terus diperkuat. Ini menciptakan lingkungan di mana setiap orang merasa aman dan dihargai.
Pesan Jumat Agung dan Jalan Kebenaran
Terkait makna Jumat Agung, Pastor Stephanus Chandra menguraikan kutipan Yesus Tetelestai atau "Sudah Selesai". Frasa ini melambangkan keberhasilan dalam menuntaskan tanggung jawab serta panggilan hidup.
Kutipan tersebut juga dimaknai sebagai kesetiaan pada jalan kebenaran, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan. Ini menunjukkan keteguhan iman dalam menghadapi cobaan.
Ia juga mengingatkan bahwa perdamaian dan keselamatan manusia melampaui segala batasan yang ada. Semua manusia dipanggil untuk saling menyelamatkan dan mendukung.
"Ketika kita yakin dengan jalan kebenaran yang dilakukan meskipun harus menghadapi tantangan dari sekitar, di situlah letak kelegaan dan kemenangan yang sesungguhnya," ujarnya. Ini adalah pesan harapan dan kekuatan.
Sumber: AntaraNews