China Town Probolinggo: Perekat Toleransi Beragama dan Destinasi Wisata Baru
China Town Probolinggo di TITD Sumber Naga kini menjadi destinasi wisata budaya dan kuliner yang unik, sekaligus simbol perekat toleransi beragama di tengah masyarakat.
Kota Probolinggo, Jawa Timur, kini memiliki destinasi wisata budaya dan kuliner baru yang menarik perhatian, yakni China Town (Pecinan) yang berlokasi di halaman Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sumber Naga. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan sebagai pusat hiburan, tetapi juga untuk mempererat toleransi beragama di tengah masyarakat kota tersebut. Rencananya, China Town akan diselenggarakan secara rutin dua kali setiap bulan, menawarkan beragam hiburan budaya lokal yang kaya.
Ketua II TITD Sumber Naga sekaligus panitia kegiatan, Erfan Sutjianto, menjelaskan bahwa China Town hadir mengusung semangat keberagaman. Oleh karena itu, kawasan ini tidak hanya menyajikan nuansa budaya Tionghoa, melainkan juga diramaikan oleh berbagai tenant UMKM yang menawarkan aneka olahan kuliner makanan. Pihak penyelenggara turut menggandeng hiburan lokal daerah, seperti Tari Jaranan, campursari, hingga pertunjukan wayang, yang akan mengisi acara di China Town.
Euforia masyarakat terlihat jelas memadati klenteng yang berusia lebih dari 150 tahun itu, menunjukkan antusiasme yang tinggi. Tidak hanya etnis Tionghoa, warga sekitar dari berbagai latar belakang agama dan budaya turut membaur menikmati serta memeriahkan acara di tempat ibadat yang terletak di wilayah Kelurahan Mangunharjo tersebut. Hal ini menegaskan tujuan utama China Town sebagai simbol toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Kota Probolinggo.
China Town Probolinggo: Harmoni Budaya dalam Keberagaman
China Town di TITD Sumber Naga Probolinggo dirancang sebagai ruang yang merayakan keberagaman budaya, melampaui identitas Tionghoa semata. Konsep ini diwujudkan dengan menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional Indonesia. Erfan Sutjianto menegaskan bahwa acara ini tidak hanya menampilkan budaya Tionghoa, melainkan juga menyertakan hiburan lokal seperti Tari Jaranan, campursari, dan wayang.
Kehadiran hiburan daerah ini memperkaya pengalaman pengunjung dan menunjukkan komitmen panitia untuk merangkul semua elemen budaya. Selain itu, berbagai tenant UMKM yang berpartisipasi juga berasal dari latar belakang yang beragam. Mereka menawarkan aneka kuliner yang mencerminkan kekayaan rasa dan tradisi lokal.
Penyelenggara secara aktif ingin menumbuhkan rasa toleransi antarumat beragama yang selama ini sudah kuat di Probolinggo. "Kalau biasanya Pecinan identik hanya dengan budaya Tionghoa, kami tidak ingin seperti itu. Saya tidak mau ada kesan bahwa ini hanya acara orang Kelenteng, justru kami ingin menumbuhkan dan memupuk rasa toleransi antarumat beragama yang selama ini sangat kuat dan kental di Kota Probolinggo,” ujar Erfan.
Simbol Perekat Toleransi dan Kolaborasi Komunitas
China Town Probolinggo telah menjadi simbol nyata toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Kota Probolinggo. Berbagai lapisan masyarakat dari latar belakang agama dan budaya yang berbeda terlihat membaur dan menikmati acara bersama. Suasana guyub dan rukun ini menjadi bukti keberhasilan inisiatif dalam menciptakan ruang interaksi yang positif.
Semangat kolaborasi juga terlihat jelas dari keterlibatan para pelaku UMKM yang berasal dari beragam agama dan komunitas. "Ada warga beragama Islam, Kristen, Hindu dan lainnya. Semua berkumpul dan berkolaborasi bersama dalam keharmonisan dan keguyuban," kata Erfan Sutjianto.
Pihak penyelenggara berupaya menciptakan lingkungan di mana Kota Probolinggo selalu rukun dan damai. Mereka ingin menghilangkan sekat-sekat suku, ras, maupun agama, dan fokus pada semangat kebersamaan. Hal ini menjadikan China Town lebih dari sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah wadah untuk memperkuat persatuan.
Dampak Positif China Town Probolinggo bagi Ekonomi dan Pariwisata Lokal
Kehadiran China Town Probolinggo mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah daerah, termasuk Wali Kota Probolinggo Aminuddin dan Ketua Tim Penggerak PKK Evariani. Wali Kota Aminuddin menyebut China Town sebagai destinasi hiburan baru yang juga menjadi wadah untuk mempererat persatuan dalam keberagaman.
Pemerintah Kota Probolinggo berharap keberadaan China Town dapat memberikan dampak positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM lokal. Dengan adanya kegiatan rutin ini, roda perekonomian masyarakat diharapkan dapat bergerak dan meningkat secara berkelanjutan.
Selain itu, Wali Kota Aminuddin juga berharap kegiatan ini terus berkembang dan menjadi daya tarik wisata budaya yang unggul di Kota Probolinggo. Potensi China Town sebagai ikon pariwisata yang unik, menggabungkan budaya dan semangat toleransi, sangat besar untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sumber: AntaraNews