Pramono Anung Umumkan Pembangunan Museum Peranakan di Glodok, Perkuat Identitas Chinatown Jakarta

Kehadiran museum ini diproyeksikan sebagai upaya memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pengembangan destinasi wisata sejarah di ibu kota.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Pramono Anung Umumkan Pembangunan Museum Peranakan di Glodok, Perkuat Identitas Chinatown Jakarta
Pramono Anung Umumkan Pembangunan Museum Peranakan di Glodok (Liputan6.com)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan rencana pembangunan Museum Peranakan Tionghoa di kawasan Chinatown, Pancoran, Glodok, Jakarta Barat. Kehadiran museum ini diproyeksikan sebagai upaya memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pengembangan destinasi wisata sejarah di ibu kota.

Pengumuman tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri perayaan Cap Go Meh di kawasan Pancoran, Jakarta Barat, Selasa (3/3/2026). Ia menegaskan bahwa pembangunan museum merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi masyarakat Tionghoa dalam perjalanan panjang sejarah Jakarta.

“Untuk memberikan apresiasi, dalam kesempatan ini saya menyampaikan bahwa Pemerintah DKI Jakarta akan membangun Museum Peranakan yang ada di Jalan Keadilan. Mudah-mudahan ini menjadi simbol bagi Jakarta,” kata Pramono.

Menurut Pramono, pembangunan Museum Peranakan tidak berdiri sendiri. Proyek ini menjadi bagian dari penataan kawasan Kota Tua serta penguatan destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya yang tengah digencarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ia juga mengaitkan rencana tersebut dengan pembangunan infrastruktur transportasi massal, khususnya proyek MRT fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota Tua.

“Apalagi sebentar lagi, MRT Fase 2A dari Bundaran HI ke Kota ini akan selesai sampai dengan Monas mudah-mudahan di akhir 2026 atau awal 2027, dan sampai dengan Kota Tua sampai dengan 2029 awal,” ujarnya.

Integrasi transportasi ini, lanjutnya, akan mempercepat pertumbuhan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) di sejumlah titik strategis Jakarta.

“Kalau itu sudah terwujud, saya yakin maka Kota Tua, Monas maupun Harmoni akan menjadi TOD atau tempat-tempat yang berkembang bagi Jakarta,” katanya.

Pemprov DKI, kata Pramono, juga berencana menghubungkan jalur MRT dengan kawasan Glodok dan Pancoran yang akan dikembangkan sebagai pusat Chinatown Jakarta.

“Dan kami hubungkan dari MRT itu ke Glodok, Pancoran, dan nanti namanya adalah Glodok Pancoran Chinatown,” ucapnya.

Dengan hadirnya Museum Peranakan di Jalan Keadilan, pemerintah berharap kawasan Pecinan Jakarta semakin hidup dan menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Sehingga dengan demikian, kalau kemudian kita hadirkan Museum Peranakan Tionghoa di Jalan Keadilan ini bisa diwujudkan, dan tempat ini akan kita lakukan perbaikan, saya yakin tempat ini pasti orang akan datang, termasuk orang asing,” ujar Pramono.

Selain aspek pariwisata dan tata kota, Pramono menekankan pentingnya menjaga harmoni keberagaman di Jakarta. Ia menilai masyarakat Tionghoa memiliki peran besar dalam perkembangan ekonomi dan sosial ibu kota dari masa ke masa.

“Apapun warga Tionghoa ini sudah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi Jakarta,” ucapnya.

Rekomendasi