Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Sang Penebus Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, baru-baru ini menunjukkan komitmennya dalam memperkuat toleransi beragama.
Organisasi ini menyiapkan menu buka puasa bagi 400 jamaah Masjid Al-Aqsha Sentani, sebuah inisiatif yang disambut baik oleh komunitas setempat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi nyata WKRI dalam masa puasa pra-Paskah mereka, mengusung tema "Membagi Tali Kasih Persaudaraan" yang relevan dengan semangat kebersamaan.
Advertisement
Advertisement
Ketua WKRI DPC Sang Penebus Sentani, Irene Waine, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna ganda. Saat umat Katolik sedang menjalankan puasa dan pantang pra-Paskah, umat Islam juga tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan.
“Saat ini umat Katolik juga melaksanakan puasa dan pantang kemudian umat Islam menjalani ibadah puasa sehingga kami ke sini untuk berbagi,” kata Irene.
Inisiatif berbagi ini menjadi jembatan persaudaraan, menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi upaya saling mendukung dan peduli.
Advertisement
Menurut Irene, aksi ini juga merupakan bentuk kebersamaan yang kuat, bertujuan mempererat tali persaudaraan serta memperkuat toleransi umat beragama di Kabupaten Jayapura.
Advertisement
Menu buka puasa yang disiapkan untuk 400 jamaah Masjid Al-Aqsha ini merupakan hasil kolaborasi seluruh anggota WKRI DPC Sentani. Ini menandai kali pertama kegiatan semacam ini mereka lakukan, menunjukkan semangat baru dalam menjalin hubungan antarumat beragama.
Selain menyediakan menu berbuka puasa, WKRI juga turut membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas di depan Masjid Al-Aqsha Sentani. Aksi ini memperluas jangkauan kebaikan dan solidaritas kepada lebih banyak orang.
“Kami harapkan melalui kegiatan memperkuat solidaritas antarumat beragama,” tambah Irene, menegaskan harapan akan dampak positif jangka panjang dari kegiatan ini.
Advertisement
Advertisement
Ketua Takmir Masjid Al-Aqsha Sentani, Taufik Muhammad, menyampaikan apresiasi mendalam atas partisipasi WKRI DPC Sang Penebus Sentani. Beliau merasa terharu dengan inisiatif yang menunjukkan kepedulian tanpa memandang latar belakang agama.
“Kami dari pengurus masjid sangat terharu karena ini suatu kebersamaan yang baik karena tidak lagi melihat agama tetapi sisi kemanusiaan. Dan ini sangat luar biasa,” ujar Taufik.
Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga dan memupuk kerukunan di tengah masyarakat majemuk. Ini adalah contoh konkret bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dapat menyatukan berbagai elemen masyarakat.
Advertisement
Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk terus memperkuat jalinan persaudaraan dan toleransi di seluruh Indonesia.
Sumber: AntaraNews